Turki berjanji akan 'berupaya menenangkan keadaan'

Ahmet Davutoglu

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, PM Turki, Ahmet Davutoglu berupaya menenangkan keadaan yang memanas sesudah insiden penembakan pesawat Rusia.

Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan Ankara "akan bekerja dengan Rusia dan sekutu-sekutu mereka untuk mendinginkan keadaan yang memanas" sesudah militer Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia.

Dalam artikel di surat kabar Inggris The Times, Davutoglu menekankan perjuangan untuk melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS merupakan prioritas utama.

Namun ia juga mengatakan bahwa Turki wajib menjaga kedaulatan wilayahnya.

"Penembakan pesawat jet yang tak diketahui identitasnya di atas wilayah udara Turki bukan dan tidak pernah merupakan tindakan terhadap negara tertentu," tulis Davutoglu.

Davutoglu menegaskan bahwa "diskusi yang penting sekarang sedang dilakukan", mengacu pada upaya meredakan ketegangan.

Rusia mengatakan pesawat F-16 milik Turki <link type="page"><caption> menembak jatuh satu pesawat tempur SU-24 milik Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151125_dunia_rusia_turki_helikopter" platform="highweb"/></link> di Suriah, hari Selasa (24/11). Turki menyatakan pesawat Rusia itu melanggar wilayah udara mereka.

Ketegangan meningkat

Pesawat itu jatuh di daerah pegunungan di perbatasan Suriah-Turki yang dikuasai oleh kelompok pemberontak Suriah.

Ketegangan meningkat tajam antara Ankara dan Moskow sesudah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan akan adanya "konsekuensi serius" dari tindakan Turki ini.

Tank Turki

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kendaraan militer Turki memasuki Suriah melewati perbatasan di Yayladagi, Turki.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev juga sudah menyatakan negaranya <link type="page"><caption> berencana untuk menerapkan sanksi ekonomi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151126_dunia_rusia_turki_sanksi" platform="highweb"/></link> yang luas terhadap Turki.

Sementara itu Putin bertemu dengan Presiden Prancis Francois Hollande di Moskow dan menegaskan kerja sama lebih erat untuk melawan ISIS.

<link type="page"><caption> Ia menyatakan mustahil Turki tidak tahu bahwa pesawat itu milik Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151126_dunia_putin_turki" platform="highweb"/></link> karena pesawat itu mudah dikenali dan informasi penerbangannya sudah diberikan kepada Amerika Serikat yang merupakan sekutu Turki.