'Tidak ada' peringatan Turki kepada pesawat Rusia

Sumber gambar, EPA
Seorang pilot Rusia yang selamat setelah pesawatnya ditembak oleh Turki di perbatasan Turki-Suriah mengatakan tidak ada peringatan yang disampaikan kepada mereka.
Kepada stasiun TV Rusia, Kapten Konstantin Murakhtin menegaskan 'tidak mungkin' pesawat tersebut melanggar ruang udara Turki, seperti yang disampaikan pihak berwenang Turki.
Turki berkeras bahwa pesawat Su-24 <link type="page"><caption> mendapat peringatan sampai 10 kali sebelum ditembak jatuh,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151124_dunia_turki_jet_suriah" platform="highweb"/></link> dan kedua pilot sempat melompat dari pesawat dengan menggunakan parasut namun salah seorang ditembak oleh kelompok pemberontak dan jenazahnya belum diketahui.
Kapten Murakhtin menyampaikan hal tersebut dari pangkalan udara militer Hmeymim, yang menjadi landasan <link type="page"><caption> pesawat tempur Suriah untuk melakukan serangan ke posisi-posisi pemberontak di Suriah.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151103_dunia_rusia_palmyra" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, EPA
Dia mengaku mengetahui kawasan tempat dia terbang dengan 'amat baik' dan pesawat yang mereka kemudikan tidak memasuki wilayah Turki 'sedetikpun'.
Pemerintah Moskow mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, yang menghadapi perlawanan dari kelompok moderat dukungan Barat serta dan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Ketegangan Rusia dan Turki meningkat akibat insiden penembakan ini dan Rusia sudah memutuskan semua kontak militer dengan Turki.
Presiden Vladimir Putin menyebut penembakan pesawatnya <link type="page"><caption> sebagai 'tikaman dari belakang' yang dilakukan oleh 'kaki tangan teroris'. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151124_dunia_turki_rusia" platform="highweb"/></link>









