Presiden Putin kecam penembakan pesawat Rusia oleh Turki

Presiden Vladimir Putin

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Putin memperingatkan akan ada 'konsekuensi serius' dalam hubungan Rusia-Turki.
Waktu membaca: 1 menit

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam keras penembakan atas pesawat Rusia hingga jatuh di perbatasan Turki-Suriah.

Dia menggambarkan penembakan itu sebagai 'tikaman dari belakang' yang dilakukan oleh 'kaki tangan teroris'.

Menurutnya, <link type="page"><caption> pesawat Su-24 itu ditembak pada ketinggian 6.000 meter dengan rudal udara ke udara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151124_dunia_turki_jet_suriah" platform="highweb"/></link> oleh pesawat tempur F-16 Turki, sekitar 1km dari perbatasan Turki.

Turki menegaskan pesawat tempur mereka menembak pesawat Rusia itu setelah mendapat peringatan melanggar ruang udara Turki namun Moskow membantah pesawatnya pernah memasuki wilayah Turki.

Dan NATO, atas permintaan Turki, menggelar pertemuan luar bisa untuk membahas insiden tersebut.

Presiden Putin sudah memperingatkan akan ada 'konsekuensi serius' dalam hubungan Moskow dengan Ankara akibat penembakan tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, sudah mengatakan membatalkan kunjungannya ke Turki -yang direncanakan Rabu 25 November.

Dia juga menganjurkan warga Rusia tidak mengunjungi Turki dengan mengatakan ancaman teroris di negara itu tidak kurang berbahaya dibanding Mesir, <link type="page"><caption> tempat jatuhnya pesawat penerbangan komersial Rusia bulan lalu,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_pesawat_korban" platform="highweb"/></link> yang menewaskan seluruh 224 penumpang di dalamnya.

<link type="page"><caption> Kelompok militan Negara Islam atau ISIS mengatakan bertanggung jawab</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151103_dunia_sinai_klaimisis" platform="highweb"/></link> atas jatuhnya pesawat di Semenanjung Sinai itu, yang menurut penyelidikan awal akibat bom di dalam pesawat.

Serangan atas pesawat Rusia itu membuat Rusia meningkatkan serangan udaranya ke posisi-posisi ISIS di Suriah.