Polisi Prancis temukan 'sabuk bom bunuh diri'

Sumber gambar, AFP
Polisi Prancis menemukan sabuk bom bunuh diri yang dibuang di jalanan Kota Paris, 10 hari setelah terjadi serangan yang menewaskan 130 orang.
Sabuk tersebut mirip dengan yang digunakan oleh para penyerang dan ditemukan di kawasan pinggiran kota yang diduga dilewati tersangka setelah serangan.
Polisi mengungkapkan bahwa sabuk tersebut ditemukan di tempat sampah pada Senin (23/11) oleh penyapu jalanan di distrik Montrouge.
Sumber-sumber polisi mengatakan pada kantor berita bahwa sabuk itu mirip dengan yang digunakan pada serangan 13 November. Sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, alat tersebut tak memiliki pemicu.
Para penyelidik mengatakan bahwa data ponsel menunjukkan bahwa Salah Abdeslam, yang saudara laki-lakinya, Bahram, meledakkan diri dalam serangan, berada di sekitar kawasan serangan pada 13 November.
Teori yang mengemuka adalah Salah Abdeslam sudah berencana untuk meledakkan bom sabuk tersebut namun kemudian mengabaikan rencana itu.
"Mungkin dia mengalami problem teknis dengan sabuknya," seorang sumber polisi menyatakan pada Reuters.

Sumber gambar, AP
Pengejaran terhadap Salah Abdeslam terus berlangsung di Prancis dan Belgia.
Polisi Belgia juga sudah <link type="page"><caption> mendakwa tersangka keempat dalam tindak pidana terorisme</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151123_dunia_belgia_terorisme" platform="highweb"/></link> terkait serangan Paris, menurut jaksa penuntut.
Pada Senin, Brussels sudah <link type="page"><caption> tiga hari menjalani penutupan kota</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151124_dunia_brussels_tutupkota" platform="highweb"/></link>, tentara dan polisi bersenjata berpatroli di jalanan. Sekolah dan kereta bawah tanah tetap tutup sampai Selasa.
Rencananya, pada Rabu (25/11), sekolah dan layanan kereta bawah tanah atau metro akan kembali seperti biasa namun kota tetap akan siaga sampai seminggu ke depan.
Pemerintah khawatir serangan seperti di Paris akan terjadi juga di Brussels, tempat tinggal seorang penyerang Paris. Perdana Menteri Charles Michel juga mengingatkan bahwa kemungkinan serangan "akan terjadi".
Amerika Serikat juga <link type="page"><caption> sudah mengeluarkan peringatan perjalanan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151124_dunia_amerika_travel_alert" platform="highweb"/></link> terhadap kemungkinan serangan-serangan ini.









