Kantor, sekolah, dan pusat keramaian di Brussel masih tutup
Peringatan tentang kemungkinan serangan di Brussel, Belgia, membuat aktivitas sehari-hari di kota belum juga normal hingga Senin (23/11) siang.
Toko, kantor, dan sekolah tutup sementara polisi dan tentara ditempatkan di banyak tempat.
"Saya menerima telepon dari guru bahwa tidak ada sekolah hari ini, sesuatu yang tentunya tak biasa di hari Senin seperti ini," kata warga Brussel, <link type="page"><caption> Asmyani Kusrini, kepada wartawan BBC Indonesia, Mohamad Susilo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2015/11/151123_audio_brussel" platform="highweb"/></link>.
Kusrini mengatakan pengetatan keamanan membuat acara-acara di kampus, teater, dan pertunjukan dibatalkan.
"Bahkan pertunjukan teater-teater kecil juga dilarang," kata Kusrini.
Kerja dari rumah

Sumber gambar, Reuters
Kantor-kantor juga belum beroperasi normal dan mengizinkan karyawan untuk kerja dari rumah.
"Ada email dari kantor yang membolehkan karyawan untuk tidak datang ke kantor dan mengerjatakan tugas-tugas dari rumah," kata Donna, warga di Brussel yang berkantor di dekat markas besar NATO.
Donna mengatakan dibandingkan hari-hari biasa, <link type="page"><caption> suasana Brussel dalam beberapa hari terakhir lebih sep</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151122_dunia_brussel_kotamati.shtml" platform="highweb"/></link>i.
Pengamanan di Brussel diperketat setelah <link type="page"><caption> serangan di Paris pada 13 November</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris" platform="highweb"/></link> yang menewaskan 130 orang, ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Aparat keamanan meyakini tersangka otak serangan adalah Salah Abdeslam, pria yang pernah tinggal di Molenbeek, Brussel.
<link type="page"><caption> Tak kurang dari 21 orang ditahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151123_dunia_belgia_penahanan.shtml" platform="highweb"/></link> oleh polisi Belgia dalam operasi pada Minggu (22/11) malam, namun tak ditemukan senjata api atau bahan peledak sementara Abdeslam belum diketahui keberadaannya.









