Presiden Jokowi terima PM Australia yang baru

Sumber gambar, AP
Malcolm Turnbull tiba di Jakarta untuk kunjungan pertamanya sebagai Perdana Menteri Australia, dalam upayanya memperbaiki hubungan bilateral sesudah suatu periode ketegangan diplomatik.
Namun, sebagaimana disebutkan Kementerian luar negeri Indonesia, kedua pemimpin akan terutama membahas tentang ekonomi.
Hubungan Indonesia dan Australia mengalami pasang surut, dan mencapai titik nadir terkait eksekusi terhadap para terpidana mati asal Australia beberapa waktu lalu, pengungkapan perlakuan buruk terhadap sapi-sapi impor dari Asutralia di Indonesia.
Dan yang paling kontroversial, kebijakan Ausralia menghalau manusia kapal -para pencari suaka dengan kapal laut- ke arah perairan Indonesia, dengan bahkan membayar para awak kapal yang diduga sebetulnya justru para penyelundup manusia.

Kunjungan ini merupakan bagian dari lawatan lima negara PM Turnbull.
PM yang menggantikan Tony Abbott menyusul pertarungan kepemimpinan melalui pemilihan internal partai September lalu, akan juga mengunjungi Malaysia, Filipina, Turki dan jrman.
Jangan berbicara kepada media
Indonesia dan Australia sempat membekukan hubungan antar kementerian menyusul eksekusi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua warga Australia terpidana mati kasus narkotika. Hubungan itu baru dipulihkan Agustus lalu.
Betapapun, Kementerian luar negeri dan perdagangan Australia menggambarkan hubungan dengan Indonesia sebagai "yang paling penting."

Sumber gambar, AP
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Panjaitan, seorang dari suku Batak, mengatakan, ia berharap "Australia bisa lebih memahami budaya Jawa."
Lebih jauh ia mengatakan, "saya sudah menyinggung hal ini kepada mantan Perdana Menteri Abbot dulu, bahwa saya kira apabila ada persoalan antara Australia dan Indonesia, lebih baik tidak membicarakannya kepada media.
Kunjungan ini akan disusul dengan kunjungan menteri perdangangan Andrew Robb, pekan depan.









