Kelompok aktivis Argentina temukan bayi ke-118 korban penculikan

Delia Giovanola de Califano (tengah) adalah salah-seorang dari 12 nenek yang mendirikan kelompok "Para nenek Plaza de Mayo" pada 1977.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Delia Giovanola de Califano (tengah) adalah salah-seorang dari 12 nenek yang mendirikan kelompok "Para nenek Plaza de Mayo" pada 1977.

Kelompok "Para nenek Plaza de Mayo" di Argentina mengatakan mereka telah menemukan cucu dari salah-seorang pendiri kelompok ini yang dulu diculik oleh rezim militer.

Junta militer, yang berkuasa pada tahun 1970-an, telah menculik ratusan bayi atau anak-anak dari para orang tua yang dianggap berhaluan komunis.

Bayi-bayi itu kemudian diserahkan kepada orang lain agar tidak terpengaruh ajaran komunis orang tuanya.

Martin, begitu nama bayi korban penculikan itu, adalah cucu dari Delia Giovanola, salah-seorang pendiri kelompok yang sejak awal mengampanyekan pengungkapan kasus penculikan ratusan bayi itu.

Kelompok "Para nenek Plaza de Mayo" dibentuk pada 1977 oleh para ibu-ibu yang berusaha menyatukan kembali para keluarga dengan anak-anaknya yang diambil paksa oleh junta militer.

Nama "Plaza de Mayo" adalah nama alun-alun di pusat kota Buenos Aires, tempat mereka menggelar unjuk rasa selama bertahun-tahun.

Bayi itu bernama Martin

Martin adalah bayi ke-118 yang berhasil diidentifikasi oleh kelompok ini. Awal September lalu, mereka <link type="page"><caption> mampu mengidentifikasi seorang bayi ke-117</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150901_dunia_bayi_politik_argentina" platform="highweb"/></link> yang diculik dari orang tuanya --dengan menggunakan tes DNA.

Kedua orang tua Martin, yaitu Jorge Oscar Ogando and Stella Maris Montesano, termasuk dalam daftar "orang hilang" di Argentina. Sampai sekarang tidak pernah ditemukan jasadnya.

Kelompok "Para nenek Plaza de Mayo" dibentuk pada 1977 oleh para ibu-ibu yang berusaha menyatukan kembali para keluarga dengan anak-anaknya yang diambil paksa oleh junta militer.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kelompok "Para nenek Plaza de Mayo" dibentuk pada 1977 oleh para ibu-ibu yang berusaha menyatukan kembali para keluarga dengan anak-anaknya yang diambil paksa oleh junta militer.

Adapun Martin, pria kelahiran 1976, telah 15 tahun tinggal di luar negeri. Dia dan Giovanola telah melakukan percakapan melalui pesawat telepon.

Tetapi temuan ini sangat terlambat bagi saudara perempuan Martin, yaitu Virginia Ogando, yang mati bunuh diri pada 2011 lalu.

Menurut Giovanola, Virginia sangat merindukan untuk bertemu Martin, saudara lelakinya itu. Virginia sendiri berusia tiga tahun ketika dipisahkan dari orang tuanya.

"Bagaimanapun, saya sekarang gembira sekali. Saya berpikir temuan ini berkat campur tangan cucu saya Virginia," kata Giovanola dalam jumpa pers di ibu kota Argentina, Buenos Aires.

Penculikan secara sistematis

Sedikitnya 30,000 orang dibunuh selama junta militer berkuasa di Argentina antara 1976 dan 1983.

Adapun pemimpin kelompok "Para nenek Plaza de Mayo", Estela de Carlotto, berhasil bertemu dengan cucunya yang hilang pada tahun lalu.

Pada tahun 1976, Jendral Jorge Videla merebut kekuasaan dan kemudian menangkap dan membunuh ribuan lawan politiknya.

Dan pada 2012, Videla (kanan) dijatuhi hukuman 50 tahun pidana penjara karena terbukti mengetahui penculikan secara sistematis ratusan bayi dari tahanan politik sayap kiri

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Dan pada 2012, Videla (kanan) dijatuhi hukuman 50 tahun pidana penjara karena terbukti mengetahui penculikan secara sistematis ratusan bayi dari tahanan politik sayap kiri

Tetapi pada 1983, kekuasaan junta militer berakhir dan kekuatan sipil kembali berkuasa di Argentina.

Mulai saat itu pula, digelar investigasi atas dugaan pelanggaran hak asasi selama rezim militer berkuasa.

Lima tahun lalu, Videla dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kasus-kasus pembunuhan selama dia berkuasa.

Dan pada 2012, Videla dijatuhi hukuman 50 tahun pidana penjara karena terbukti mengetahui penculikan secara sistematis ratusan bayi dari tahanan politik sayap kiri.

Satu kemudian, Videla <link type="page"><caption> meninggal dunia di ruangan selnya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/05/130518_videla_bekas_diktator_argentina_wafat" platform="highweb"/></link> pada usia 87 tahun, karena sebab alamiah.