Bayi ke 117 yang diculik tentara Argentina ditemukan

Estela de Carlotto menyebut, perempuan dimaksud adalah bayi korban penculikan militer yang ke 117

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Estela de Carlotto menyebut, perempuan dimaksud adalah bayi korban penculikan militer yang ke 117

Para pegiat berhasil mengidentifikasi seorang lagi bayi yang diculik dari para tahanan politik sayap kiri saat kekuasaan junta militer antara 1976 dan 1983.

Kelompok "Para Nenek Plaza de Mayo" mengatakan, tes DNA membuktikan bahwa seorang perempuan yang kini berusia 30-an tahun, adalah anak dari seorang aktivis komunis yang diculik tahun 1977.

Menurut Estela de Carlotto, ia adalah bayi aktivis komunis ke 117 korban penculikan tentara yang sudah ditemukan.

Ibu perempuan itu melahirkannya di penjara, dan kedua orang tua kandungnya tak pernah lagi terlihat.

Kelompok itu menyatakan, masih ada lebih dari 400 lagi anak para aktivis kiri yang diculik militer yang belum ditemukan.

Organisasi-organisasi HAM menyebut, penculikan bayi-bayi itu merupakan bagian dari agenda sistematik pemerintahan militer waktu itu.

Dibesarkan keluarga militer

Militer menempatkan anak-anak dari keluarga yang dituding subversif itu untuk dibesarkan di tengah keluarga militer dan pendukungnya, untuk mencegah tumbuhnya lagi suatu generasi berhaluan kiri radikal.

Perempuan yang baru ditemukan sekarang ini adalah anak dari Walter Dominguez dan Gladys Castro, anggota partai Komunis Marxis Leninis Argentina.

Keduanya diciduk di rumah mereka di Mendoza, sebuah kota di bagian utara Argentina oleh sekelompok orang yang diduga tetangga adalah polisi.

Saat itu Gladys Castro tengah hamil enam bulan, dan melahirkan di tahanan tak lama kemudian pada tahun 1978 itu.

Abuelas de Plaza de Mayo, atau Para Nenek Plaza de Mayo, didirikan tahun 1977 dengan tujuan khusus menemukan anak-anak aktivis kiri yang diculik dan diadopsi secara ilegal selama pemerintahan militer.