Kecelakaan pesawat di Sinai mungkin disebabkan bom

Sumber gambar, AFP
Hasil penyelidikan intelijen menunjukkan ada kemungkinan kecelakaan pesawat Rusia di Mesir disebabkan oleh bom – demikian disampaikan pemerintah Amerika Serikat dan Inggris.
Tapi mereka mengaku belum mencapai kesimpulan tuntas.
"Kami menyimpulkan ada kemungkinan signifikan bahwa kecelakaan itu disebabkan bahan peledak di dalam pesawat," kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond kepada wartawan setelah pertemuan komite tanggap darurat pada hari Rabu malam (04/11)
Ia mengatakan, Inggris telah <link type="page"><caption> menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Sharm el-Sheikh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151104_dunia_mesir_pesawat" platform="highweb"/></link> tanpa batas waktu dan warga Inggris di sana akan dibantu pulang menyusul diterapkannya berbagai langkah keamanan.
Sebelumnya, kantor Perdana Menteri David Cameron mengatakan pakar penerbangan Inggris telah dikirim ke Sharm el-Sheikh untuk menilai situasi keamanan di sana.
Pemerintah Inggris saat ini sedang menerima lawatan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi.
Pada hari Rabu (04/11), pemerintah Mesir mengatakan perekam suara kokpit dari Metrojet Airbus 321 rusak parah dalam kecelakaan itu. Namun, mereka berhasil mengambil informasi dari perekam data penerbangan yang siap untuk dianalisis, kata Menteri Penerbangan Sipil Mesir Mohamed Hossam Kamal.

‘Skenario yang sangat mungkin’
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Associated Press mereka telah mencapai "kesimpulan sementara", setelah menyadap komunikasi, bahwa kelompok terkait ISIS di semenanjung Sinai telah menanam bahan peledak di pesawat.
"Bom merupakan skenario yang sangat mungkin," kata pejabat AS lain kepada kantor berita AFP.
Tapi mereka menekankan: bukti forensik, termasuk perekam penerbangan, masih dianalisis.
Pada hari Selasa (03/11), media AS melaporkan satelit militer telah mendeteksi "nyala panas" di atas Semenanjung Sinai pada saat kecelakaan itu. Meskipun selain bom, pijar panas itu bisa saja disebabkan oleh ledakan tangki bahan bakar atau mesin. Saat ini data masih dianalisis.
<link type="page"><caption> Mesir menolak klaim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151101_dunia_mesir_bantahisis" platform="highweb"/></link> oleh militan yang terkait dengan Negara Islam atau ISIS bahwa mereka menjatuhkan pesawat. Para pakar dari Rusia mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan.









