ISIS mengaku jatuhkan pesawat Rusia, Presiden Mesir sebut itu 'propaganda'

Sumber gambar, AFP
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menyebut klaim militan yang terkait dengan ISIS yang mengaku menembak jatuh pesawat penumpang Rusia yang jatuh di Sinai adalah "propaganda"
Kepada BBC, dia mengatakan masih terlalu awal untuk menyimpulkan penyebab hancurnya pesawat.
Pada Senin (02/11) maskapai penerbangan Kogalymavia menyalahkan "pengaruh luar" atas peristiwa itu.
Namun, kepala Dinas Penerbangan Federal Rusia Aleksandr Neradko mengatakan kepada TV Rusia ucapan semacam itu prematur dan "tidak berdasarkan fakta yang lengkap."
Presiden <link type="page"><caption> al-Sisi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140603_mesir_presiden_pemilihan" platform="highweb"/></link> juga memperingatkan bahaya kesimpulan yang terburu-buru. "Semua pihak yang tertarik silakan ikut serta dalam investigasi," katanya kepada BBC.
"Propaganda pesawat jatuh karena ISIS itu salah satu cara merusak stabilitas, keamanan, serta citra Mesir. Percayalah kepada saya, situasi di Sinai - khususnya terkait perkara ini - sepenuhnya di bawah kendali kami."

Sumber gambar, AFP
Belum ada bukti
Direktur intelijen nasional Amerika Serikat James Clapper mengatakan, "belum ada bukti keterlibatan teroris."
"Kemungkinannya kecil, tapi saya tak akan mengabaikan itu," dia menambahkan.
Afiliasi ISIS yang dikenal dengan Provinsi Sinai, lewat pernyataan tertulis dan pesan audio, mengklaim merekalah yang menjatuhkan pesawat.
Kelompok itu, yang bersumpah setia kepada ISIS setahun lalu, diduga bertujuan mengambil alih Semenanjung Sinai untuk mengubahnya menjadi provinsi ISIS.
Namun pengamat ragu mereka punya senjata yang mampu menjatuhkan pesawat.









