Jenazah korban pesawat jatuh di Semenanjung Sinai dibawa ke Rusia

Seorang wanita menaruh karangan bunga di bandara internasional Pulkovo, St. Petersburg pada Minggu (01/10), hari berkabung untuk korban pesawat jatuh di Mesir.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Seorang wanita menaruh karangan bunga di bandara internasional Pulkovo, St. Petersburg pada Minggu (01/10), hari berkabung untuk korban pesawat jatuh di Mesir.

Jasad 162 korban pesawat jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, dikembalikan ke St. Petersburg seiring berlangsungnya investigasi kasus tersebut.

Sejumlah 224 penumpang meninggal ketika <link type="page"><caption> pesawat jatuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_pesawat_rusia" platform="highweb"/></link> di atas Semenanjung Sinai.

Rusia mengadakan hari berkabung pada Minggu (01/10) setelah malapetaka itu.

Kepala Agensi Transportasi Udara Rusia Aleksandr Neradko mengatakan pesawat hancur di udara. Namun Victor Sorochenko, kepala Komite Aviasi antarnegara Rusia, mengatakan masih terlalu awal menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Airbus A321.

Kepada wartawan, Ia mengatakan puing-puing ditemukan di area seluas 20km persegi di Sinai. Sejauh ini <link type="page"><caption> 163 jasad telah ditemukan.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151101_dunia_rusia" platform="highweb"/></link>

Pesawat jatuh pada Sabtu (30/10), tak lama setelah meninggalkan kota Sharm el-Sheikh, Mesir, ke St. Petersburg.

Pesawat membawa 217 penumpang, termasuk 25 anak-anak, dan tujuh awak pesawat.

Sebagian besar penumpang adalah warga Rusia, bersama sedikitnya tiga orang warga Ukraina, dan satu warga Belarusia.

Pemerintah Rusia menyatakan akan membayar kompensasi kepada keluarga korban dan membantu proses pemakaman.