Penerbangan antara Sharm el-Sheikh dan Inggris dihentikan

Penumpang di Sharm el-Sheikh

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Diperkirakan terdapat 2.000 wisatawan Inggris yang saat ini sedang berlibur di Sharm el-Sheikh.

Pemerintah Inggris mengatakan seluruh penerbangan menuju Inggris dari kawasan resor Sharm el-Sheikh, Mesir, diperintahkan dihentikan sementara, hari Rabu (04/11), di tengah kekhawatiran bahwa pesawat Rusia yang jatuh pekan lalu disebabkan oleh "bahan peledak".

Kantor perdana menteri Inggris, Downing Street, menjelaskan seluruh penerbangan dari destinasi wisata di Mesir itu dengan tujuan Inggris terkena dampak penundaan.

Namun penerbangan dari Inggris menuju kesana beroperasi normal.

Langkah tersebut ditempuh untuk memungkinkan pihak keamanan Inggris mengkaji pertimbangan keamanan.

"Kami ingin menekankan bahwa ini adalah langkah jaga-jaga dan kami bekerja dengan berbagai maskapai penerbangan terkait pendekatan ini," kata seorang juru bicara Downing Street.

Tim ahli penerbangan sekarang bertolak ke Mesir untuk meninjau pengaturan keamanan di bandar udara Mesir dan mereka diperkirakan akan merampungkan penyelidikan malam ini juga.

Diperkirakan terdapat 2.000 turis Inggris yang saat ini berada di Sharm el-Sheikh.

Pada Rabu (04/11) malam Kementerian Luar Negeri mengumumkan penerbangan menuju Sharm el-Sheikh dari Inggris juga dibekukan.

Kotak hitam

Lokasi jatuhnya Metrojet

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Metrojet jatuh sekitar 23 menit setelah lepas dari Bandara Pesawar Sharm el-Sheikh.

Pesawat Airbus 321 milik perusahaan Rusia, <link type="page"><caption> Metrojet, jatuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_pesawat_rusia" platform="highweb"/></link> di Sinai pada Sabtu lalu (31/10), menewaskan seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 224 orang.

Sebagian besar adalah turis Rusia yang hendak pulang dari Sharm el-Sheikh menuju St Petersburg.

Puing-puing pesawat dan kotak hitam masih diselidiki pihak berwenang untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS kembali meneguhkan klaimnya bahwa kelompok itu menjatuhkan pesawat Rusia.

Namun <link type="page"><caption> Mesir menepis pengakuan tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151101_dunia_mesir_bantahisis" platform="highweb"/></link> dengan menyebutnya sebagai "propaganda".