Penerbangan dari Sharm el-Sheikh dibuka

Penumpang di Sharm el-Sheikh

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Penumpang menunggu di bandar udara Sharm el-Sheikh.

Penerbangan dari kawasan wisata Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju Inggris dijadwalkan akan dibuka kembali pada Jumat (06/11) setelah dicapai kesepakatan mengenai pengetatan prosedur pengamanan.

Demikian diumumkan oleh kantor perdana menteri Inggris, Downing Street, Kamis (05/11) malam.

Inggris menghentikan sementara penerbangan menuju dan dari bandar udara di Sharm el-Sheikh hari Rabu terkait kekhawatiran bahwa pesawat penumpang Rusia yang jatuh di Sinai pekan lalu mungkin disebabkan oleh bom.

Mulai Jumat, kata kantor perdana menteri, penerbangan dari Sharm el-Sheikh menuju Inggris dilanjutkan dengan penerapan langkah-langkah keamanan lebih ketat, termasuk penumpang hanya boleh membawa tas jinjing.

Adapun bagasi penumpang akan diangkut terpisah dengan pesawat lain. Ribuan wisatawan Inggris tertahan di Sharm el-Sheikh menyusul penghentian sementara penerbangan tersebut.

Downing Street menambahkan penerbangan dari Inggris menuju kawasan resor Sharm el-Sheikh tetap ditutup sementara.

Penumpang

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sebagian penumpang mengurus perubahan penerbangan setelah penerbangan ke Inggris sempat ditunda.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, usai bertemu dengan Perdana Menteri David Cameron di London, mengatakan Mesir siap bekerja sama untuk menjamin keamanan di sejumlah bandar udara negaranya.

Sebelumnya <link type="page"><caption> Rusia Rusia dan Mesir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151105_dunia_pesawat_sinai" platform="highweb"/></link> memperingatkan agar tidak segera menyimpulkan bahwa pesawat maskapai Rusia, Metrojet, jatuh di Sinai karena bom.