Partai yang antiimigrasi menang pemilu Swiss

Presiden SVP, Toni Brunner

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Presiden SVT, Toni Brunner, merayakan perolehan suara partainya yang lebih baik dibanding pemilu sebelumnya.

Kubu sayap kanan yang antiimigrasi, Partai Rakyat Swiss, SVP, meraih kemenangan dalam pemilihan parlemen dengan meraih rekor 29,4% suara.

Perolehan suara itu menambah 11 kursi SVP di parlemen sehingga memiliki 65 kursi dari total 200 anggota parlemen majelis rendah.

Krisis mengalirnya pendatang dari kawasan Timur Tengah ke Eropa membuat SVP mendapat dorongan, menurut para pengamat lokal, walau Swiss menampung <link type="page"><caption> pengungsi dalam jumlah yang jauh lebih kecil dibanding Jerman.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150906_dunia_jerman_imigran" platform="highweb"/></link>

Sementara itu partai lain yang beraliran kanan, FPD, juga mendapat suara tambahan dan berada pada posisi ketiga di parlemen.

Sedangkan kubu kiri, Partai Sosial Demokrat, tetap berada di posisi kedua dengan 44 suara namun lebih sedikit dua kursi dalam pemilihan yang berlangsung Minggu 18 Oktober.

Pemilih di Swiss

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pengamat memperkirakan krisis pengungsi di Eropa meningkatkan perolehan suara SVP.

Media-media Swiss melaporkan 'rechtsrutsch' atau bergeser ke kanan karena SVP, FDP, dan beberapa partai aliran kanan lainnya kini bisa menguasai Dewan Nasional.

Sementara hasil untuk majelis tinggi yang memiliki 46 kursi masih harus ditunggu karena diperlukan pemungutan suara tahap kedua di beberapa wilayah pemilihan.

Tahun 2011 lalu, SVP juga menjadi pemenang dalam pemilu dengan suara 26.6% dan sekarang perolehannya lebih tinggi lagi.

Selain antiimigrasi, SVP bersikap skeptis atas sejumlah kesepakatan dengan Uni Eropa dengan berpendapat Swiss akan lebih baik jika berada di luar blok negara-negara Eropa tersebut.