EU ingin percepat deportasi, pengungsi di Jerman capai rekor

refugees germany

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para pengungsi di pusat penampungan di Passau, Jerman.

Pemerintah Jerman mengatakan jumlah migran dan pengungsi yang tiba di negara itu pada bulan September mencapai rekor tertinggi.

Tak kurang dari 164.000 orang melamar meminta suaka bulan lalu, tapi para menteri di Berlin mengatakan angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Hampir 580.000 orang menyeberangi perbatasan Jerman tahun ini.

Sementara itu, para menteri dalam negeri Uni Eropa yang mengadakan pertemuan di Luksemburg menyepakati langkah-langkah baru untuk meningkatkan kecepatan dan jumlah pendeportasian para peminta suaka yang gagal.

Langkah yang dilakukan termasuk menahan orang-orang yang mungkin akan melarikan diri sebelum dideportasi, dan menekan negara-negara asal untuk menerima kembali warga mereka yang ditolak masuk Eropa.

Komisioner migrasi Uni Eropa, Dimitri Avromopoulos, mengatakan langkah-langkah ini baru permulaan saja dan masih banyak lagi yang perlu dilakukan.

Upaya pemulangan

Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, mengatakan negaranya hanya dapat menawarkan tempat dan dukungan bagi pengungsi yang memerlukan perlindungan jika mereka yang tidak memerlukan perlindungan segera dipulangkan.

migrant-germany

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Migran beristirahat di ranjang lipat di bekas kantor percetakan surat kabar yang dipakai sebagai pusat pendaftaran pengungsi di Hesse, Neu-Isenburg, di dekat Frankfurt, Jerman.

Lebih dari 600.000 orang tiba di Uni Eropa sejauh ini tahun ini, kebanyakan melarikan diri dari perang, kemiskinan dan persekusi. Kebanyakan pengungsi ini memenuhi syarat untuk mendapatkan suaka menurut hukum internasional.

Namun tahun lalu lebih dari setengah juta migran non-Uni Eropa ditemukan "muncul secara ilegal" di 28 negara anggota.

Kebanyakan diperintahkan untuk pergi, tetapi negara-negara Uni Eropa hanya mendeportasi sekitar 40% dari mereka yang masuk daftar untuk dipulangkan.

Wartawan Eropa BBC, Chris Morris, mengatakan setelah perundingan berbulan-bulan bagaimana mendistribusikan kembali puluhan ribu migran, akhirnya Uni Eropa memusatkan perhatian untuk mengusir migran yang tidak diinginkan dan memulangkan mereka yang permintaan suakanya ditolak.