Di balik penolakan imigran oleh Eropa Timur

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Rohmatin Bonasir
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Empat negara anggota Uni Eropa di bagian timur; Hungaria, Republik Ceko, Rumania dan Slovakia dengan tegas menolak skema kuota wajib untuk menampung 120.000 imigran, termasuk pengungsi dari Suriah dan negara-negara bergolak lain.
Mereka antara lain beralasan pemberlakuan kuota wajib akan semakin mendorong orang untuk berpindah ke Eropa, sedangkan benua itu sekarang sudah kewalahan menangani gelombang imigran yang ada.
Penolakan di ajang diplomasi tersebut mencerminkan pandangan sebagian penduduk di negara-negara Eropa Timur yang didatangi para imigran, biasanya sebagai negara transit dengan <link type="page"><caption> tujuan utama Jerman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150908_dunia_jerman_pencarisuaka" platform="highweb"/></link>.
"Mirip dengan di negeri Eropa lainnya juga, mereka agak gentar. Ini karena di sini penduduknya 10,2 juta orang," jelas Bismo Gondokusumo, orang Indonesia yang sudah bermukim di Republik Ceko sejak tahun 1960-an.

Sumber gambar, Reuters
Sikap terhadap imigran
"Ada alasan juga di sini sebetulnya pengangguran yang kira-kira 8% dari angkatan kerja masih merupakan masalah.
"Nah bagaimana kalau menerima lagi dari luar, walaupun kalangan bisnis mengatakan segera saja mereka bisa menerima 5.000 pekerja. Namun ada yang mengatakan itu hanya teoritis karena ada penghalang bahasa dan macam-macam," tambahnya dalam wawancara melalui sambungan telepon, Rabu (23/09).
Secara umum, lanjut Bismo Gondokusumo, masyarakat Ceko tidak antipendatang sebab mereka di masa Perang Dingin, banyak rakyat Ceko (saat itu masih Cekoslovakia) berpindah ke Eropa Barat.
Lagi pula, saat ini pun Ceko sudah menampung banyak imigran dari Ukraina.
"Yang sekarang mereka tekankan baik di kalangan pemerintahan atau masyarakat itu adalah keharusan menerima kuota sekian. Itu yang membuat mereka tidak senang.
"Dan mereka mengatakan bahwa Republik Ceko telah menerima sekian banyak pendatang dari Ukriana. Itu harus dihitung," tutur Gondokusumo dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Sumber gambar, Reuters
Pada tahun ini saja, sekitar 500.000 pendatang tiba di Eropa melalui laut. Banyak negara <link type="page"><caption> Eropa sekarang memperketat pengawasan perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150913_dunia_jerman_pengungsi" platform="highweb"/></link>, meskipun mereka masuk di dalam zona Schengen yang biasanya memungkinkan pergerakan orang tanpa melalui pemeriksaan imigrasi.
Faktor ketidaktahuan
Di Rumania, penolakan sebagian warga terhadap pendatang baru, termasuk pengungsi, lebih didasari pada faktor ketidaktahuan.
"Saya baca dari koran, ada yang mau menerima imigran dan ada yang tidak mau. Alasannya, mungkin informasinya kurang dan mereka takut banyak orang akan datang," kata Martin, seorang warga di ibu kota Rumania, Bukares.
Lebih lanjut ia berkata tidak terasa ada sentimen negatif terhadap kaum pendatang sejauh ini.
Rencana relokasi 120.000 imigran di negara-negara Uni Eropa belum final di tengah tentangan sejumlah negara anggota. Mereka saat ini antara lain berada di Italia dan Yunani.
Hingga kini belum jelas apa yang akan dilakukan terhadap imigran gelombang terbaru.









