PM Hungaria tuding pengungsi "ancam perbatasan Eropa."

Sumber gambar, AFPGetty
PM Hungaria mengatakan bahwa perbatasan Eropa terancam oleh banjir pengungsi, dan menuding para pengungsi telah "menjebol pintu-pintu" Eropa.
Para menteri Polandia, Hungaria, Ceko, dan Slovakia bertemu untuk membahas rancangan ketetapan yang mereka tolak tentang kuota penyebaran pengungsi.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa menginginkan agar para pengungsi disebar lebih merata.
Jerman dan Prancis termasuk dua negara yang sangat mendukung rancangan ketetapan untuk membagi beban penempatan pengungsi yang masuk Eropa lewat Yunani, Italia, dan Hungaria.
"Mereka menggilas kita," kata PM Hungaria, Victor Orban. "Mereka tak sekadar menggedor, tapi mereka juga menjebol pintu-pintu kita."
"Perbatasan-perbatasan kita tengah terancam. Hungaria sedang berada di bawah ancaman, begitu pula seluruh Eropa," tambah PM Orban, beberapa saat sebelum parlemen Hungaria mengesahkan undang-undang yang memberi kekuasaan tambahan kepada militer dalam menangani pengungsi.
Undang-undang baru itu memberi kewenangan kepada tentara Hungaria untuk menggunakan peluru karet, gas air mata dan senapan pelepas jaring untuk menangani para pengungsi di perbatasan-perbatasannya. Dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, polisi juga akan mendapat kewenangan memasuki rumah-rumah penduduk untuk mencari orang yang mereka angap memasuki negeri itu secara ilegal.
Selasa (22/9) ini para menteri hukum dan menteri dalam negeri negara-negara Uni Eropa akan berunding di Brusel, untuk membahas dan mengambil keputusan tentang ke mana -dan bagaimana para pengungsi itu ditempatkan.









