Imigran terobos garis polisi di Kroasia

Pengungsi anak-anak

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Imigran dan pencari suaka menunggu di perbatasan di bawah terik matahari sehari penuh.

Segerombolan imigran dan pencari suaka berkelahi dengan polisi Kroasia di sedikitnya dua titik perbatasan dengan Serbia ketika mereka berusaha masuk ke wilayah Uni Eropa.

Mereka sempat menerobos garis polisi di daerah Tovarnik dan Bezdan setelah berjam-jam menunggu di bawah terik sinar matahari pada Kamis (17/09).

Menurut para pejabat, setidaknya 8.900 imigran masuk ke Kroasia pada Kamis saja setelah Hongaria menutup perbatasannya yang semula digunakan sebagai jalur darat menuju wilayah Uni Eropa.

Pemerintah Kroasia menegaskan tidak mampu menampung lebih banyak lagi imigran dan memerintahkan militer untuk bersiaga, jika diperlukan, guna menjaga perbatasan negara itu.

Imigran

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pencari suaka dan imigran yang menyeberang dari Serbia ke Kroasia menerobos garis polisi di Tovarnik.
Pengungsi di Kroasia

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Sebagian pencari suaka melarikan diri dari Suriah yang dilanda perang.

Ditegaskan oleh Kementerian Dalam Negeri bahwa mereka yang sudah berada di Kroasia harus mengajukan permohonan suaka di sana. Bila berusaha melarikan diri, mereka akan diperlakukan sebagai pendatang gelap.

Berdasarkan peraturan Uni Eropa, orang yang mengajukan permohonan pengungsi harus melakukannya di negara anggota pertama tempat ia menginjakkan kaki.

Sebagian dari mereka yang berada di Kroasia mengaku berniat berjalan kaki menuju Slovenia sebagai pintu masuk ke zona Schengen, yang biasanya mengizinkan pergerakan orang antar negara anggota tanpa pembatasan. Adapun Slovenia, seperti Hongaria, adalah pintu masuk ke zona Schengen itu.

Mayoritas pencari suaka dan imigran, sebagian melarikan dari perang di Suriah, mengaku hendak pergi ke Jerman sebagai negara tujuan mereka.