UE tetapkan kuota untuk relokasi migran dan pengungsi

Mendagri Jerman Inggris

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Mendagri Inggris Theresa May (kanan) berbincang dengan rekannya dari Jerman Thomas de Maiziere.

Menteri dalam negeri negara-negara anggota Uni Eropa sepakat untuk merelokasi 120.000 pengungsi dan migran di seluruh benua Eropa.

Dengan rencana ini, para pengungsi dan migran akan dipindahkan dari Italia, Yunani dan Hongaria ke negara-negara anggota EU lain.

Romania, Republik Ceko, Slovakia dan Hongaria memberi suara "menolak" penetapan kuota minimum jumlah orang yang harus mereka terima.

Namun mayoritas anggota Uni Eropa mendukung rencana yang akan efektif dalam dua tahun ke depan.

Finlandia menjadi satu-satunya negara EU yang abstain. Polandia yang awalnya menolak usulan itu, akhirnya menyetujui.

Wartawan BBC, Chris Morris, mengatakan tak biasa isu seperti ini -yang melibatkan kedaulatan nasional- diputuskan melalui pemungutan suara.

Biasanya soal seperti ini diputuskan berdasar kesepakatan semua anggota.

Kemungkinan gagal

Migrasi laut

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dalam sehari, 6.000 orang mendarat di pantai-pantai Eropa, kata PBB.

Hal ini masih harus diratifikasi oleh para pemimpin Uni Eropa dalam pertemuan kedua di Brussels hari Rabu (23/09).

Sebelumnya, pemerintah Republik Ceko mengingatkan bahwa rencana itu kemungkinan besar gagal, sekalipun mendapat persetujuan.

Badan PBB yang mengurusi pengungsi, <link type="page"><caption> UNHCR, mengingatkan skema relokasi tidak akan cukup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150922_dunia_eu_pengungsi" platform="highweb"/></link>, mengingat jumlah besar orang yang tiba di Eropa.

"Program relokasi saja, dalam tingkat krisis seperti ini, tak cukup untuk menstabilkan situasi," kata juru bicara Melissa Fleming.

Jumlah mereka yang butuh relokasi mungkin harus direvisi untuk memperlihatkan peningkatan yang pesat, katanya.

PBB megatakan hampir 480.000 orang telah tiba di Eropa melalui laut tahun ini, dan kini mereka mencapai pantai Eropa dengan jumlah sekitar 6.000 orang per hari.