Jerman 'akan terapkan pengawasan' perbatasan

Pengungsi

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pengungsi dan pendatang menuju penampungan di dekat stasiun kota Muenchen.

Menyusul gelombang pengungsi dan imigran skala besar, Jerman dilaporkan akan memberlakukan sejumlah bentuk pengawasan di perbatasannya dengan Austria.

Pengawasan, sebagaimana dilaporkan oleh media Jerman dan media Austria, direncanaka akan diterapkan di wilayah perbatasan Bavaria, Jerman dengan Austria.

Namun pihak berwenang Jerman belum merinci bentuk-bentuk pembatasan pengungsi dan pendatang.

Selama ini, berdasarkan zona Schengen yang diterapkan pada 1985, negara-negara anggota mengizinkan pergerakan orang tanpa pemeriksaan paspor di perbatasan negara.

Tenda dii Muenchen

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tenda-tenda didirikan di beberapa sudut kota Muenchen untuk menampung ribuan orang.

Menurut seorang pejabat pemerintah Austria, langkah ini akan diterapkan secara bertahap dengan tujuan memulihkan keadaan sampai normal kembali.

Rencana tersebut terkuak setelah lebih dari 13.000 imigran masuk ke Muenchen saja pada Sabtu (12/09). Di kota yang sama, tercatat 1.400 orang lagi tiba hari Minggu (13/09).

"Kami kekurangan 1.000 sampai 5.000 tempat," kata Wali Kota Muenchen Dieter Reiter seperti dikutip media Jerman, Sueddeutsche Zeitung.

Tak lama setelah muncul laporan tentang rencana pengawasan, pada Minggu sore waktu setempat, seluruh layanan kereta dari Austria ke Jerman dihentikan.

Eropa sedang dilanda gelombang pengungsi dan imigran, sebagian besar dari Suriah tetapi ada pula yang berasal dari Afghanistan, Eritrea dan negara-negara lain untuk melarikan dari peperangan dan kemiskinan.

Wakil Kanselir Jerman sebelumnya mengatakan <link type="page"><caption> negara itu mampu menampung paling kurang 500.000 pengungsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150908_dunia_jerman_pencarisuaka" platform="highweb"/></link> per tahun.