Ratusan pengungsi tembus penjagaan polisi Hungaria

Sumber gambar,
Usai menembus batas garis polisi di perbatasan Hungaria dan Serbia, ratusan pengungsi berjalan kaki menuju ibu kota Hungaria, Budapest.
Para pengungsi, yang diperkirakan berjumlah 300 orang, berjalan menyusuri pinggiran jalan raya menuju Budapest yang berjarak 170 kilometer. Sambil dikawal polisi, mereka meneriakkan seruan ‘Jerman, Jerman’.
Mereka sebelumnya ditampung di pusat pendaftaran migran di Kota Roszke. Namun, bentrokan terjadi ketika sejumlah pengungsi mencoba melewati penjagaan polisi. Beberapa di antara mereka lalu melempar batu yang kemudian dibalas aparat dengan semprotan merica.
Hungaria tampak berupaya menahan laju migran ke kawasan Uni Eropa dengan <link type="page"><caption> memblokade Stasiun Keleti di Budapest</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150902_dunia_migran_hungaria" platform="highweb"/></link>.
Militer Hungaria juga dilaporkan membentangkan kawat berduri di perbatasan serta pagar setinggi empat meter. Namun pembangunan itu tidak diselesaikan dan para migran dapat melaluinya.
Diperkirakan sekitar 20.000 pengungsi <link type="page"><caption> melintasi Hungaria menuju Austria dan Jerman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150905_dunia_migran_hungaria" platform="highweb"/></link> pada akhir pekan lalu.

Sumber gambar, Getty
Penyebaran
Agar para pengungsi tidak terpusat di negara-negara tertentu, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan ia dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyepakati <link type="page"><caption> mekanisme untuk menyebarkan para migran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150907_dunia_eropa_pengungsi" platform="highweb"/></link> di antara negara-negara anggota Uni Eropa.
Akan tetapi, usulan itu ditepis Hungaria, Republik Ceko, Slowakia, dan Romania. Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, mengatakan, ‘selama kita tidak bisa mempertahankan perbatasan luar Eropa, percuma berbicara soal berapa banyak orang yang kita bisa tampung’.
Sedikitnya 340.000 pencari suaka telah tiba di Eropa sepanjang tahun ini. Sebagian besar datang dari Afrika Utara dan Turki.
Jerman, yang menjadi tujuan utama para migran dan pencari suaka, diperkirakan menerima 800.000 permintaan suaka tahun ini.









