Migran asal Suriah mulai tiba di Austria dari Hungaria

Sumber gambar, Reuters
Pengungsi dan pendatang asal Suriah telah tiba di Austria setelah pemerintah Hungaria secara mengejutkan menyediakan bus bagi mereka.
Dalam beberapa hari terakhir, Hungaria telah menutup akses pendatang dan pengungsi yang hendak menuju ke Eropa Barat dengan menggunakan kereta api.
Para migran itu <link type="page"><caption> diwajibkan mendaftar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150902_dunia_migran_hungaria" platform="highweb"/></link> terlebih dulu sebelum menuju negara tujuan. Kebijakan ini kemudian <link type="page"><caption> memicu amarah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150902_dunia_hungaria" platform="highweb"/></link> para pendatang.
Austria dan Jerman telah bersepakat untuk membiarkan para migran menyeberangi perbatasan negara mereka.
Negara-negara Uni Eropa saat ini tengah terlibat pembicaraan alot untuk menghadapi lonjakan pencari suaka dan pendatang asal Suriah dan negara-negara lainnya.
Sejumlah bus mulai tiba di stasiun kereta api Keleti, di pusat kota Budapest, Jumat (04/09) tengah malam, yang sebelumnya dijadikan lokasi kamp darurat bagi ribuan migran.

Sumber gambar, Reuters
Sejumlah bus juga telah dikirim menuju ruas jalan utama menuju Austria, di mana ratusan migran memilih berjalan kaki dari stasiun kereta api tersebut.
Wartawan BBC Matthew Price, yang ikut melakukan perjalanan dengan para migran, mengatakan ada kekhawatiran di antara migran bahwa mereka akan ditangkap ketimbang dikirim ke perbatasan.
Sementara, koresponden BBC Bethany Bell mengatakan, dia telah melihat sekitar 30 orang migran tengah berjalan menuju perbatasan Austria-Hungaria pada Sabtu (05/09) dini hari.
Sebagian besar migran berharap dapat menuju Jerman, dan Hungaria merupakan negara transit utama bagi orang-orang yang melarikan diri dari Timur Tengah dan Afrika.









