Stasiun Budapest dibuka untuk para migran

Ratusan migran berkumpul di luar Stasiun Keleti, Budapest, untuk bisa menumpang kereta ke Jerman dan negara Uni Eropa lainnya.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ratusan migran berkumpul di luar Stasiun Keleti, Budapest, untuk bisa menumpang kereta ke Jerman dan negara Uni Eropa lainnya.

Setelah dua hari ditutup untuk migran, stasiun utama Kota Budapest dibuka bagi ratusan migran yang hendak menuju Jerman dan negara anggota Uni Eropa lainnya.

Dari pemantauan di Stasiun Keleti yang terletak di ibu kota Hungaria itu, para migran tampak membanjiri stasiun menuju peron kereta.

Mereka berupaya keras memasuki kereta. Bahkan, ada calon penumpang yang mengusung anak mereka melalui jendela kereta.

Aparat keamanan yang menjaga pintu stasiun dengan ketat selama dua hari terakhir, kini ditarik mundur dan tidak terlihat.

Meski stasiun telah dibuka untuk para migran, tiada kereta di stasiun tersebut yang langsung menuju kawasan Eropa bagian barat. Perusahaan kereta berdalih hal itu dilakukan demi keamanan.

Sumber gambar, Getty

Para migran harus berhadapan dengan aparat keamanan Hungaria di luar Stasiun Keleti.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para migran harus berhadapan dengan aparat keamanan Hungaria di luar Stasiun Keleti.

Selama dua hari ratusan migran yang sebagian besar berasal dari Suriah <link type="page"><caption> telantar di luar Stasiun Keleti, Budapest</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150902_dunia_migran_hungaria" platform="highweb"/></link>. Mereka berhadapan dengan aparat Hungaria yang mencegah mereka masuk stasiun. Padahal, mereka telah membayar tiket kereta menuju berbagai kota di Uni Eropa, termasuk kota-kota di Jerman.

Para migran berang dengan aksi polisi Hungaria. Mereka berteriak “Jerman, Jerman” sembari mengacungkan tiket kereta yang telah dibeli.

Insiden kereta di Budapest terjadi saat Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban datang ke Brussel, Belgia guna membicarakan krisis migran di markas Uni Eropa.

Pada Juli ini saja, jumlah migran yang memasuki Eropa mencapai 107.500 jiwa. Jerman bakal menampung 800.000 migran tahun ini, atau empat kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan langkah penampungan para migran yang kian banyak bukanlah jawaban dari solusi.