Aksi unjuk rasa pendatang di Hungaria

Sumber gambar, Reuters
Aksi unjuk rasa berlangsung di Hungaria menentang keputusan pihak berwenang yang menutup stasiun kereta api internasional di Ibu Kota Budapest bagi pendatang.
Para pengunjuk rasa memekik kebebasan dan menuntut diizinkan masuk ke kereta api untuk menuju ke negara-negara Eropa lainnya.
Sebelumnya ratusan pendatang yang sebagian besar berasal dari Suriah telantar di luar stasiun kereta yang ditutup untuk pendatang oleh kepolisian.
Pemerintah Hungaria mengatakan mereka menerapkan undang-undang Uni Eropa atau Aturan Dublin yang membuat migran atau pencari suaka harus mendaftar di negara pertama alih-alih negara tujuan di Uni Eropa.
Aturan ini, menurut beberapa pihak, tidak diterapkan Yunani. Negara itu dituduh membiarkan pendatang memasuki jantung Eropa tanpa proses pendaftaran.
Para menteri Yunani hari akan bertemu untuk membahas tanggapan terhadap jumlah pendatang yang tiba di wilayah mereka.
Menurut otorita pengendali perbatasan Uni Eropa, Frontex, sekitar 23.000 pendatang dan pengungsi tiba di Yunani sepanjang pekan lalu. Jumlah itu merupakan peningkatan 50% dari pekan sebelumnya.
Perjalanan panjang pendatang

Sumber gambar, BBC World Service
Sedikitnya sembilan pendatang asal Suriah tewas tenggelam Rabu (02/09) ketika dua kapal yang membawa mereka menuju Pulau Kos, Yunani, karam di perairan Turki.
Umunya para pengungsi asal Timur Tengah tidak menempatkan Hungaria dan Yunani sebagai tujuan akhir namun tempat transit untuk mencapai negara-negara lain.
BBC mendengar pengalaman Nur Ammar, perempuan berusia 20 tahun dari Suriah, yang meninggalkan Suriah tiga tahun lalu demi masuk ke negara Eropa melalui Turki.
Akhirnya dia berhasil mencapai Gothenburg di Swedia.
"Kami tidur di halanan selama dua tiga hari. Amat buruk karena tidak ada yang menghargai warga Suriah, seperti penyakit atau sesuatu yang dihindari," kenangnya.
Setibanya di Gothenburg, dia kemudian mendatangi kantor polisi terdekat dan mengatakan: "Halo, saya pengungsi Suriah. Saya ingin mengajukan suaka di Swedia."









