Gencatan senjata diberlakukan di tiga kota Suriah

zabadani

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Pasukan Suriah mengepung posisi pemberontak di Zabadani.

Gencatan senjata selama 48 jam antara pemberontak Suriah dan pasukan propemerintah dilaporkan telah dimulai di tiga kota.

Ini memungkinkan pengiriman makanan dan pasokan obat ke lokasi pertahanan pasukan pemberontak di Zabadani yang berada di dekat perbatasan di Lebanon, serta ke Fuaa dan Kafraya yang dikuasi pasukan propemerintah.

Gencatan ini disepakati oleh kelompok pemberontak Ahrar al-Sham Hezbollah di Lebanon.

Sementara itu puluhan orang tewas dalam serangan udara pasukan pemerintah dan tembakan roket pasukan pemberontak di sekitar ibu kota Damaskus.

Kelompok pegiat menyatakan sedikitnya 27 penduduk sipil tewas dalam serangan udara di Douma, Kafr Batna, Saqba dan Hamouriya di kawasan pertanian Ghouta Timur.

Serangan itu terjadi sesudah pasukan pemberontak menembakkan roket di beberapa wilayah kota, menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 55 lainnya.

'Langkah lanjutan'

humanitarian_douma

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Gencatan senjata dilakukan agar makanan dan obat-obatan bisa dipasok ke lokasi yang dikepung.

Dilaporkan stasiun TV al-Manar milik Hezbollah, gencatan senjata dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat di Zabadani, Fuaa dan Kafraya.

Kelompok pegiat The Syrian Observatory for Human Rights menyatakan tak ada laporan pertempuran sejak itu.

Namun kelompok pengamat yang berbasis di Inggris ini menambahkan bahwa perundingan terus berlangsung tentang pemindahan pasukan pemberontak dari Zabadani dan penghentian pengepungan dua kota yang dikuasai pasukan pemerintah.

Selama beberapa pekan ini, Zabadani diserang pasukan Suriah dan kelompok Hezbollah, milisi yang didukung Iran dan beraliansi ke Presiden Bashar al-Assad.

Bulan lalu, PBB melaporkan pemerintah melakukan pengeboman terhadap Zabadani yang menyebabkan "kehancuran dalam skala yang belum pernah tercatat sebelumnya, menyebabkan kematian penduduk sipil".

Sementara Fuaa dan Kafraya, dua kota di Provinsi Idlib, dikepung oleh pasukan gabungan pemberontak, termasuk Ahrar al-Sham, kelompok Islam garis keras, dan pasukan jihad Front al-Nusra, afiliasi al-Qaida di Suriah.

Konflik di Suriah ini menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Lebih dari 230.000 orang tewas sejak pemberontakan terhadap Presiden Assad meletus di tahun 2011.

Sekitar 11,5 juta orang -lebih dari separuh penduduk Suriah- mengungsi dari tempat tinggal mereka.