Kuba dan AS segera buka kedutaan yang pertama sejak 1961

Sumber gambar, EPA
Untuk pertama kalinya setelah lebih dari lima dekade, Kuba dan Amerika Serikat akan membuka kedutaan di Washington DC dan Havana.
Presiden Kuba Raul Castro mengatakan langkah simbolis ini adalah awal perjalanan panjang dan rumit menuju normalisasi.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan masih terdapat “isu-isu yang belum kami sepakati.”
Di antara isu tersebut ialah embargo perdagangan AS yang melarang sebagian besar perusahaan Amerika berbisnis di Kuba.
Kuba mengatakan embargo – yang mereka sebut blokade – sangat berbahaya bagi ekonomi mereka.
Presiden Castro menghimbau Presiden AS Barack Obama mencabut larangan itu, yang dia sebut sebagai rintangan besar terhadap normalisasi.
Namun, Kongres AS masih harus mengambil suara untuk isu tersebut.
Selain embargo, isu yang belum disepakati ialah pembatasan bagi warga Amerika yang ingin ke Kuba.
Untuk membahasnya, Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan mengadakan pembicaraan dengan Menlu Kuba Bruno Rodriguez di Washington, Senin (20/07) waktu setempat
Beberapa tahun setelah pemutusan hubungan diplomatik pada 1961, kedua negara praktis sulit berkomunikasi.
Namun, sejak 1977, diplomat kedua negara memanfaatkan perantaraan kedutaan besar Swiss sehingga urusan diplomatik menjadi jauh lebih mudah.

Sumber gambar, Reuters










