Obama : pertemuan dengan Castro jadi "titik balik" hubungan AS-Kuba

Sumber gambar, AFP
Presiden AS Barack Obama mengatakan pertemuannya dengan Presiden Kuba Raul Castro dapat menjadi sebuah "titik balik" hubungan AS-Kuba.
Dia menggambarkan pertemuan yang dilakukan disela KTT Amerika itu berlangsung dengan "terus terang dan berhasil dengan baik".
Obama mengatakan bekas lawan akan tetap memiliki perbedaan tetapi mereka dapat meningkatkan kepentingan bersama.
Pertemuan ini merupakan pembicaraan formal yang pertama terjadi antara dua pemimpin negara AS dan Kuba dalam kurun waktu setengah abad.
"Apa yang kami simpulkan bersama yaitu kami dapat tidak sepakat dengan semangat penghormatan dan kesopanan," kata Presiden Obama. "Saat ini memungkinkan bagi kami untuk membalikkan halaman dan membangun hubungan yang baru antara dua negara."
Pernyataan tersebut disampaikan Obama dalam penutupan KTT regional yang didominasi dengan hubungan bersejarah antara AS -Kuba.
Pemimpin Kuba Raul Castro mengatakan dua negara telah "sepakat untuk tidak sepakat ketika dibutuhkan.
"Kami menentukan untuk membicarakan tentang semua hal, dengan kesabaran," kata dia. "Beberapa akan kami sepakati, dan lainnya tidak kami setujui."
Sebelumnya, pemimpin Kuba menyebut Obama sebagai "pria yang jujur".
"Ketika saya bicara tentang revolusi, ada kegairahan dalam diri saya," kata pemimpin Kuba." Saya harus meminta maaf kepada Presiden Obama. Dia tidak bertanggung jawab atas sesuatu yang terjadi sebelum masa (pemerintahannya)."
Hubungan diplomatik AS putus dengan Kuba pada 1959 setelah Fidel Castro dan saudara laki-lakinya Raul memimpin sebuah revolusi untuk menggulingkan Presiden Fulgencio Batista yang didukung AS.
Dua bersaudara Castro kemudian membentuk sebuah negara sosialis revolusioner yang dekat dengan Uni Soviet.










