AS soroti reklamasi Cina di Laut Cina Selatan

AS risau dengan tingkat kecepatan dan luas tanah yang telah direklamasi Cina di Laut Cina Selatan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, AS risau dengan tingkat kecepatan dan luas tanah yang telah direklamasi Cina di Laut Cina Selatan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyoroti aktivitas Cina dalam menggelar operasi reklamasi besar-besaran di Laut Cina Selatan saat bertemu Menlu Cina Wang Yi di Beijing, Sabtu (16/05).

Sebagaimana dilaporkan koresponden BBC, John Sudworth, Kerry menyatakan bahwa AS risau dengan <link type="page"><caption> tingkat kecepatan dan luas tanah yang telah direklamasi Cina di Laut Cina Selatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150401_cina_lautcinaselatan" platform="highweb"/></link>.

Berbicara dengan Menlu Cina Wang Yi di sampingnya, Kerry mengaku secara terang-terangan mendesak Cina untuk mengambil tindakan demi mengurangi ketegangan.

Departemen Pertahanan AS merilis sebuah laporan yang menyebutkan Cina telah mereklamasi lahan seluas 200 hektare di Kepulauan Spratly pada 2014

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Departemen Pertahanan AS merilis sebuah laporan yang menyebutkan Cina telah mereklamasi lahan seluas 200 hektare di Kepulauan Spratly pada 2014

Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS merilis sebuah laporan yang menyebutkan Cina telah mereklamasi lahan seluas 200 hektare di Kepulauan Spratly pada 2014.

Sejak itu, Cina menggencarkan proyek reklamasi yang mencakup 610 hektare di kawasan tersebut.

Laporan itu menyatakan ‘tujuan utama proyek perluasan masih belum jelas’. Namun, tidak menutup kemungkinan ‘Cina berupaya mengubah fakta di lapangan dengan menambah infrastruktur pertahanan di Laut Cina Selatan’.

Tujuan Cina menggelar proyek reklamasi besar-besaran di Laut Cina Selatan belum jelas. Namun, dugaan bahwa Cina membangun infrastruktur pertahanan menjadi bahan kajian.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tujuan Cina menggelar proyek reklamasi besar-besaran di Laut Cina Selatan belum jelas. Namun, dugaan bahwa Cina membangun infrastruktur pertahanan menjadi bahan kajian.

Pemerintah Cina menegaskan urusan kedaulatan tidak bisa diganggu gugat siapapun.

“Determinasi Cina untuk membela kedaulatan nasional, kepentingan, dan hak sah tidak tergoyahkan. Kami akan menerapkan langkah tegas untuk menangkal aksi apapun yang menunjukkan provokasi dan ancaman terhadap Cina,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying.

Lebih lanjut, Beijing menyatakan kerisauannya atas laporan yang menyebutkan AS amat mungkin mengirimkan kapal perang dan pesawat tempur ke wilayah Laut Cina Selatan untuk memastikan kebebasan bernavigasi.

<link type="page"><caption> Klaim Cina terhadap wilayah di kawasan Laut Cina Selatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150323_jokowi_laut_cina" platform="highweb"/></link>, semisal Kepulauan Spratlys dan Paracels, merupakan hal yang pelik karena berbagai negara, seperti Vietnam, Filipina, dan Malaysia juga mengklaim area serupa.