Cina bangun "tembok pasir besar" di Laut Cina Selatan

Sumber gambar,
Tindakan pemerintah Cina dalam melakukan reklamasi yang menimbulkan "tembok pasir besar" di Laut Cina Selatan telah memunculkan "pertanyaan serius" tentang tujuan aksi tersebut.
Komandan Armada Pasifik Amerika Serikat, Laksamana Harry Harris, mengatakan Cina menciptakan wilayah buatan seluas lebih empat kilometer persegi lewat pemompaan pasir pada terumbu karang dan menggantikannya dengan beton.
Hal itu, menurut Harris dalam sebuah pidato di Australia pada Selasa (31/03), memunculkan pertanyaan serius.
<link type="page"><caption> Cina terlibat sengketa wilayah dengan sejumlah tetangganya di Laut Cina Selatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150323_jokowi_laut_cina" platform="highweb"/></link>, termasuk Filipina dan Vietnam. Konflik itu kemudian diperparah dengan aksi Cina yang mereklamasi tanah pada daerah sengketa.
Tahun lalu Beijing mengatakan aksinya "sangat berdasar" karena mereka memiliki "kedaulatan" atas wilayah tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir muncul sejumlah gambar tentang bangunan yang dibuat Cina pada karang di Kepulauan Spratly.
Beberapa analis menduga pulau-pulau buatan itu bisa dipakai untuk kepentingan militer, termasuk landasan pacu.






