Uni Eropa setuju penambahan dana penanganan migran

Sumber gambar, Reuters
Pemimpin Uni Eropa sepakat untuk menambah dana penanganan pengungsi dan migran Laut Tengah hingga tiga kali lipat, menurut Donald Tusk, Presiden Uni Eropa.
Mereka mengumumkan langkah-langkah baru sehubungan dengan peningkatan dana itu, termasuk untuk menangkap dan <link type="page"><caption> menghancurkan kapal penyelundup</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150423_ktt_eu_migran" platform="highweb"/></link> sebelum digunakan untuk melakukan penyeberangan.
Anggota Uni Eropa juga sepakat untuk mengerahkan kapal dan sumber daya mereka guna mengatasi krisis ini.
Draf usulan yang dibicarakan di pertemuan itu di antaranya menawarkan 5.000 tempat pemukiman kembali para migran yang 'memenuhi syarat mendapatkan perlindungan' berdasarkan proyek percontohan.
<link type="page"><caption> Uni Eropa melakukan pertemuan darurat di Brussel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150423_libia_migran" platform="highweb"/></link> menyusul terjadinya krisis pengungsi dan migran dari Afrika yang menyeberangi Laut Tengah untuk sampai di Eropa.
<link type="page"><caption> Lebih 800 orang tenggelam di lepas pantai Libia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150421_kapal_karam_dua_ditangkap" platform="highweb"/></link> pada hari Minggu (19/04), yang merupakan insiden terbesar selama ini.
Hari Kamis 23 April, 24 orang dari korban tersebut dimakamkan di Malta.
Sekitar 35.000 orang telah menyeberangi Laut Tengah dari Afrika menuju Eropa tahun ini, dan diperkirakan 1.750 orang diantaranya tewas dalam perjalanan.












