Kapten dan awak kapal yang karam, ditangkap

kapal_karam

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Akan juga diterapkan pasal pembunuhan terkait kecelakaan yang menewaskan ratusa orang itu

Polisi menangkap kapten dan seorang awak kapal yang karam di perairan Libya hari Minggu (19/04) menewaskan ratusan migran, ungkap otoritas Italia.

Keduanya, yang dicurigai terlibat penyelundupan manusia, selamat bersama 26 orang lain dan tiba di Sicilia Senin malam.

Penanagkapan terjadi setelah <link type="page"><caption> Uni Eropa menetapkan langkah-langkah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150419_eropa_pengungsi" platform="highweb"/></link> untuk meredakan krisis migran di Laut Tengah.

Pencarian dan penyelamatan akan ditingkatkan, dan akan dilakukan penghancuran terhadap kapal-kapal penyelundup.

Menteri Infrastruktur Italia, Graziano Delrio mengatakan bahwa Giovanni Salvi, jaksa di Catania, Sicilia, telah mengeluarkan perintah penahanan terhadap kapten dan awak kapal itu, saat keduanya tiba di pelabuhan dengan kapal penjaga pantai.

Pejabat lain mengatakan, kapten itu berkebangsaan Tunisia, dan awaknya berkebangsaan Suriah.

"Jaksa Salvi pagi ini telah menangkap orang-orang yang terlibat, yang menunjukkan penegakkan hukum di Italia," kata Delrio kepada wartawan yang mengerumuninya di Catania.

Ia menambahkan, pihak berwenang juga menjajaki penerapan pasal pembunuhan untuk bencana itu.

Jaksa Giovanni Salvi mengatakan, dalam kecelakanaan itu ratusan orang terkunci di ruangan di bawah dek, saat kapal terbalik. Ratusan lain terkunci dalam kabin-kabin dan berdesakan di dek bagian atas.

Dalam kecelakan itu, dari sekitar <link type="page"><caption> 700 penumpang hanya 28 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150419_kapal_pengungsi_karam" platform="highweb"/></link> yang bisa diselamatkan.