Eropa harus lebih aktif dalam soal 'migran Laut Tengah'

migran italia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Migran asal Afrika dipindahkan ke kapal Italia, "Chimera" dalam tindakan penyelamatan.

Negara-negara Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar dalam menyelesaikan krisis di Laut Tengah, menurut Wakil Menteri Pertahanan Yunani, Kostas Isichos.

Ia mengatakan negara-negara berkekuatan besar di Eropa utara harus menyelamatkan dan membangun tempat penampungan bagi para migran ini.

Menurutnya, saat ini Yunani, Italia dan Spanyol berada di posisi paling depan dalam soal ini di pertemuan Uni Eropa hari Kamis.

Sementara itu, lebih dari 500 orang yang selamat dibawa ke pantai oleh penjaga pantai Italia Rabu pagi (23/04) ini.

migran salerno

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Mereka menunggu keberangkatan di pelabuhan Salerno, Italia.

Jumlah orang yang berupaya menyelamatkan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan Afrika - khususnya Eritrea dan Suriah - meningkat tajam beberapa bulan terakhir.

Ini menyebabkan sejumlah mereka tewas dalam penyeberangan dengan kapal yang tak layak untuk berlayar.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan korban tewas tahun ini untuk periode serupa meningkat 30 kali lipat.<link type="page"><caption> Mereka memperkirakan jumlah ini bisa mencapai 30 ribu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150421_migran_laut_tengah" platform="highweb"/></link>.

'Saluran resmi'

migran amnesti

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Amnesty International melakukan protes di San Sebastian, Spanyol, sehubungan kebijakan Uni Eropa terhadap migran Laut Tengah.

Di Italia, parlemen mengheningkan cipta selama satu menit untuk<link type="page"><caption> bencana yang terjadi hari Minggu (19/04) lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150419_kapal_pengungsi_karam" platform="highweb"/></link>, dimana 800 orang tewas.

Perdana Menteri Matteo Rezi menyatakan ia menghendaki permohonan suaka di Italia diproses oleh "Tim Eropa" dan lebih banyak aksi dibutuhkan di negara-negara tempat para migran itu berasal di Afrika Sub-Sahara.

Namun pelapor khusus PBB untuk hak migran menyatakan negara-negara kaya harus bersedia menampung satu juta pengungsi Suriah dalam lima tahun ke depan untuk membantu mengakhiri rangkaian bencana yang terjadi di laut.

"Jika kita tak menyediakan saluran resmi (untuk para migran)... mereka akan jatuh ke tangan penyelundup.

Sebetulnya, sikap diam Eropa yang menciptakan munculnya pasar bagi penyelundup," kata Francois Crepeau kepada suratkabar the Guardian.

Pada hari Senin, Uni Eropa meluncurkan paket rencana aksi untuk menekan krisis migran di Laut Tengah ini.