Dipantau terkait terorisme, Al Furqan Australia ditutup pengelolanya

Lima remaja ditangkap dalam penyergapan anti-teror hari Sabtu

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Lima remaja ditangkap dalam penyergapan anti-teror hari Sabtu

Sebuah pusat keislaman di Australia yang sering didatangi dua remaja yang didakwa dengan pasal terkait terorisme, telah ditutup.

Al-Furqan Islamic Centre di Melbourne mengatakan bahwa mereka yakin ini langkah terbaik, mengingat beratnya "tekanan" yang mereka derita.

<link type="page"><caption> Lima orang remaja ditangkap </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150418_australia_tahan_teroris" platform="highweb"/></link>dalam pennyergapan anti teror pekan lalu.

Menurut polisi, mereka merencanakan serangan saat berlangsungnya perayaan seratus tahun perang dunia.

Al-Furqan Islamic Centre mengatakan, keputusan untuk menutup kegiatan mereka "diambil tidak dengan mudah."

Disebutkan dalam sebuah pernyataan, "Mengingat tekanan dan tuduhan palsu yang kami terima -khususnya dari media dan politikus- kami yakin ini langkah terbaik untuk melindungi masyarakat kami, para anggota lembaga ini, dan masyarakat Islam yang lebih luas yang sering kena getah dalam kampanye berbahaya itu."

Pusat kegiatan dan toko buku itu jadi bulan-bulanan sesudah terungkap bahwa sebagiand dari mereka yang ditangkap dalam penggrebekan, sering datang ke tempat itu.

Harun Causevic and Sevdet Besim, keduanya berumur 18, didakwa dengan pasal berkomplot untuk melakukan, atau menyiapkan, atau merencanakan aksi terorisme.

Sekitar 200 polisi dikerahkan, termasuk dalam penggrebrekan rumah ini

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sekitar 200 polisi dikerahkan, termasuk dalam penggrebrekan rumah ini

Seorang remaja lain didakwa dengan pidana terkait pemilikan senajata. Sementara dua remaja lain telah dilepaskan.

Sekitar 200 petugas dikerahkan dalam operasi penyergapan Sabtu (18/04) pagi lalu.

Para pengurus Al-Furqan mengatakan, mereka tak ada sangkut pautnya dengan penyergapan itu.

Selasa lalu, pejabat kepolisian negara bagian Victoria, Stephen Fontana mengatakan bahwa al-Furqan termasuk satu di anatar pusat kegiatan Islam yang mereka pantau.

"Ini lebih tentang sejumlah orang yang berusaha mempengaruhi anak-anak muda. Mereka ini betul-betul harus diperhatikan," katanya seperti dikutip ABC News. Al-Furqan pernah menjadi sumber kontroversi sebelumnya. Tempat ini pula yang sering dikunjungi Abdul Numan Haidar, seorang yang menusuk dua petugas polisi sebelum kemudian ditembak mati.

Dua ratus petugas polisi terlibat dalam penyergapan hari Sabtu lalu antara lain ke rumah ini