Filipina minta Cina hentikan reklamasi di Laut Cina Selatan

Sumber gambar, Reuters
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina meminta Cina untuk menghentikan pekerjaan reklamasi yang sedang dilakukannya di wilayah Laut Cina Selatan yang tengah dipersengketakan.
Jenderal Gregorio Catapang mengatakan "agresivitas" Cina menyebabkan ketegangan di wilayah itu.
Komentarnya muncul saat Filipina memulai latihan militer gabungan terbesar dengan Amerika Serikat.
Latihan Balikatan tahun ini melibatkan lebih dari 11.000 personel, yang merupakan latihan terbesar dalam 15 tahun.
Berbicara di Manila menjelang pelatihan ini, Jenderal Catapang mengatakan kepada para wartawan bahwa bukti-bukti baru reklamasi tanah itu "memberi alasan mendesak untuk memberi tahu seluruh dunia mengenai efek merugikan dari agresivitas Cina".
Ia mengatakan Filipina percaya bahwa "aktivitas reklamasi besar-besaran Cina akan menyebabkan ketegangan di antara negara-negara yang mengklaim, bukan hanya karena dapat menghalangi navigasi, tetapi juga karena kemungkinannya digunakan untuk tujuan militer".

Sumber gambar, ReutersCSIS
Cina mengklaim hampir keseluruhan Laut Cina Selatan, yang menyebabkan adanya tumpang tindih klaim dengan beberapa negara Asia lain termasuk Vietnam dan Filipina.
Negara-negara itu mengatakan Cina melakukan reklamasi tanah secara tidak sah di daerah yang diperebutkan untuk membuat pulau buatan dengan fasilitas yang berpotensi untuk digunakan bagi kepentingan militer.
Baru-baru ini, foto-foto satelit yang dirilis oleh <link type="page"><caption> badan pemikir Amerika Serikat CSIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150410_obama_cina_lautcinaselatan" platform="highweb"/></link> menunjukkan pekerjaan reklamasi yang dilakukan Cina di terumbu karang Mischief yang juga diklaim Filipina.
Cina membela diri dengan mengatakan pembangunan yang dilakukannya untuk membantu orang-orang yang melakukan pencarian, penyelamatan dan penangkapan ikan.











