Berkicau di media sosial, kartunis Malaysia dituduh menghasut

Sumber gambar, EPA
Aparat Malaysia mendakwa seorang kartunis tersohor di negara itu dengan tuduhan penghasutan setelah dia mengeluarkan komentar di media sosial yang mengkritik pemenjaraan tokoh oposisi Anwar Ibrahim.
Zulkiflee Anwar Haque, atau juga dikenal dengan sapaan Zunar, terancam diajukan ke pengadilan sehubungan dengan sembilan kicauan di ranah Twitter.
Zunar mengatakan dia menerima sembilan dakwaan yang mewakili sembilan kicauan tersebut. Tindakan itu, menurutnya, merupakan upaya pemerintah untuk membungkamnya.
“Mereka benar-benar berupaya mencegah saya mengkritik pemerintah. Jadi, saya pikir itu jelas tindakan yang bermotif politik,” kata Zunar sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Pengacara Zunar, Latheefa Koya, mengatakan pihaknya akan berjuang untuk melawan tuduhan-tuduhan pemerintah.
Penahanan sejumlah <link type="page"><caption> figur oposisi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150312_malaysia_oposis_hasutan" platform="highweb"/></link>, jurnalis, dan pengacara atas tuduhan penghasutan terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir.
Yang termutakhir ialah <link type="page"><caption> lima awak media the Malaysian Insider</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150401_malaysia_situs_hasutan" platform="highweb"/></link>. Mereka ditahan karena artikel terkait usulan kontroversial hukuman syariat di Negara Bagian Kelantan, Malaysia utara.
Kelima orang itu kini sudah dibebaskan.











