Staf situs Malaysia bebas bersyarat dari tuduhan menghasut

malaysia

Sumber gambar, getty

Keterangan gambar, Unjuk rasa anti penangkapan karena menghasut yang meningkat akhir-akhir ini.

Penerbit dan editor situs internet Malaysia dibebaskan dengan jaminan setelah ditangkap atas dugaan penghasutan.

Ho Kay Tat dan Jahabar Sadiq adalah bagian dari lima staf The Malaysian Insider yang ditangkap minggu ini.

Yang lainnya dan semuanya adalah editor juga telah dibebaskan.

Kelompok ini diselidiki karena laporan terkait usulan kontroversial hukuman syariat.

<link type="page"><caption> Penangkapan karena menghasut akhir-akhir ini meningkat, lewat penangkapan politikus oposisi, wartawan dan pengacara.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150317_malaysia_ibrahim" platform="highweb"/></link>

Ho, yang merupakan pimpinan kelompok media The Edge -pemilik The Malaysian Insider- dan pemimpin redaksi situs tersebut, Sadiq, dibebaskan setelah sempat dipenjara selama semalam di Kuala Lumpur.

Situs menyebutkan nama tiga orang wartawan lainnya, yang ditangkap pada hari Senin dan dibebaskan bersyarat, sebagai editor Lionel Morais, Amin Iskandar, dan Zulkifli Sulong.

Polisi menggerebek kantor portal berita tersebut, memeriksa file di komputer, email, dan menanyai para staf.

Pada tanggal 25 Maret, situs internet tersebut menerbitkan sebuah tulisan tentang sekelompok sultan dan gubernur yang menolak usulan mengizinkan hukuman Islam ketat atau hudud, di negara bagian Kelantan, Malaysia utara.