Yunani mendahulukan kepentingan Eropa

 Yanis Varoufakis

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Yanis juga menyatakan penolakan menerima bantuan tambahan dalam bentuk uang tunai.

Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis, mengatakan prioritasnya adalah agar semua warga Eropa dalam keadaan yang baik.

Menteri yang sebelumnya adalah ahli ekonomi itu sedang berusaha merundingkan kembali kewajiban utang negaranya dalam jumlah besar.

Yanis juga menyatakan penolakan menerima bantuan tambahan dalam bentuk uang tunai.

Setelah berbicara dengan rekannya dari Prancis, Varoufakis mengatakan kesepakatan utang baru diperlukan dalam beberapa bulan ke depan ini.

Michel Sapin mengatakan Prancis siap membantu Yunani menghadapi para pemberi utang.

Partai kiri anti-penghematan Yunani, Syriza, memenangkan pemilihan umum pada hari Minggu lalu dengan janji menghapus setengah dari utang negaranya.

Yunani masih berutang 315 miliar euro - sekitar 17% PDB - meskipun sejumlah kreditor sudah mengurangi utang lewat perundingan kembali di tahun 2012.

Varoufakis memulai kunjungan ke sejumlah ibu kota Eropa dengan mengunjungi Paris.

Dia selanjutnya dijadwalkan mengunjungi London dan Roma untuk melakukan sejumlah perundingan.

Pernyataannya dikeluarkan setelah pada hari Sabtu, <link type="page"><caption> Perdana Menteri baru Yunani Alexis Tsipras</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150128_yunani_hutang" platform="highweb"/></link> menyatakan keyakinan negaranya dapat mencapai kesepakatan dengan para kreditor.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyatakan penolakan terhadap pembatalan utang dengan mengatakan para pemberi utang telah memberikan kelonggaran.