"Pemimpin" serangan Mumbai bebas

Sumber gambar, AP
"Pemimpin" serangan kelompok militan Mumbai pada tahun 2008 memenangkan banding terhadap penahanannya di Pakistan.
Pengacara Zaki-ur-Rehman <link type="page"><caption> Lakhvi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141219_mumbai_teror" platform="highweb"/></link> mengatakan perintah penahanan pemerintah yang dikeluarkan minggu lalu melanggar hak-haknya karena Lakhvi telah diberikan pembebasan bersyarat oleh pengadilan lain.
Para pengamat mengatakan dia akan dibebaskan begitu masalah administrasi selesai.
India menyatakan kelompok milisi Pakistan tersebut melakukan sejumlah serangan yang menewaskan 165 orang.
Pakistan tidak menghukum siapapun terkait perencanaan serangan.
Lakhvi adalah satu dari tujuh orang yang diduga melakukan serangan dan saat ini dipenjara sementara menunggu pengadilan selama enam tahun.
Sembilan orang lainnya didakwa secara in absentia.
Saat yang tidak tepat
Para pengamat mengatakan keputusan memberikan pembebasan bersyarat terjadi pada saat yang tidak tepat bagi pemerintah Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif baru-baru ini berjanji menindak kegiatan militan setelah Taliban menewaskan 141 orang pada sebuah sekolah di Peshawar.
Lakhvi diberikan pembebasan bersyarat oleh pengadilan anti terorisme pada tanggal 18 Desember, tetapi beberapa jam kemudian pemerintah menerapkan perintah penahanan tiga bulan dan mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan pembebasan bersyarat tersebut.
Dia dituduh memimpin Lashkar-e-Taiba yang dianggap bertanggungjawab atas serangan Mumbai pada tanggal 26-29 November 2008.
Kelompok bersenjata menyerang hotel, kafe dan bangunan umum, menembaki warga sipil dan meledakkan bom.
Sembilan diantaranya tewas, satu orang ditangkap, kemudian diadili dan dihukum di India.










