Militan Pakistan dihargai US$10 juta oleh AS

Sumber gambar, AP
Pemerintah AS menawarkan hadiah US$10 atau sekitar Rp91,1 miliar untuk mereka yang bisa menangkap atau memberikan informasi tentang keberadaan tokoh militan asal Pakistan, Hafiz Mohammad Saeed.
Hafiz selama ini dikenal sebagai pendiri organisasi Lashkar-e-Taib, LeT, saat ini dia juga diketahui tengah memimpin organisasi bernama Jamaat-ud-Dawa.
Jamaat-ud-Dawa selama ini juga dikenal sebagai sayap dari LeT- organisasi yang dituding terlibat dalam aksi penyerangan di Mumbai, India pada tahun 2008.
Pemerintah AS juga menawarkan hadiah sebesar US$2 juta atau Rp18,2 miliar rupiah lebih kepada mereka yang bisa memberikan informasi atau menangkap Abdul Rehman Makki, toko LeT lainnya.
Makki sendiri merupakan saudara ipar dari Hafiz.
AS sebelumnya telah memasukan nama Lashkar-e-Taib dan Jamaat-ud-Dawa sebagai organisasi terlarang.
LeT menurut pemerintah AS dan India bertanggung jawab dalam aksi penyerangan selama tiga hari di Mumbai yang menewaskan 165 orang pada November 2008 lalu.
Terus aktif
Saat itu LeT mengerahkan 10 orang anggotanya untuk melakukan serangan tersebut. Belakangan pasukan keamanan menembak mati 9 orang diantaranya.
Salah satu pelaku yang selamat, Ajmal Amir Qasab kemudian menjalani persidangan di India dan dijatuhi hukuman mati.
Namun warga negara Pakistan itu kemudian melakukan banding yang sampai sekarang prosesnya masih tertunda.
Selain dibidik oleh pemerintah AS, Hafiz juga tengah dicari oleh pemerintah India.
Sejauh ini organisasi tempat Hafiz bernaung Jamaat-ud-Dawa membantah telah terkait dengan sejumlah operasi kelompok militan.
Hafiz sebenarnya sempat menjalani penahanan sesaat setelah peristiwa di Mumbai namun belakangan dia justru dilepaskan tanpa jaminan oleh pemerintah Pakistan.
Sejumlah laporan mengatakan pemimpin laskar LeT Zaki-ur-Rehman Lakhvi dan Hafiz terus melakukan perencanaan, pengarahan dan penyerangan terhadap sejumlah sasaran di Asia Selatan lewat organisasi yang mereka kelola.
Laporan Wartawan mengatakan Hafiz sampai saat ini masih terus melakukan sejumlah kegiatan di Pakistan seperti menyampaikan pidato anti India dan berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa menentang keberadaan AS di kawasan itu pada Februari lalu.









