Vonis atas serangan Mumbai

Seorang warga Pakistan dinyatakan bersalah dalam serangan Mumbai 2008 oleh pengadilan India.
Mohammad Ajmal Amir Qasab, 22 tahun, merupakan satu-satunya penyerang yang selamat dan dinyatakan bersalah dalam beberapa dakwaan, antara lain pembunuhan, melancarkan perang terhadap India, dan kepemilikan bahan peledak.
Foto dirinya yang mengenakan kaus oblong sambil menenteng senjata api, dipajang oleh hampir semua media di seluruh dunia.
Kamera pengawas di stasiun kereta api Mumbai merekam gambar Qasab dan seorang temannya melepas tembakan ke arah para penumpang di stasiun itu dan belasan orang tewas.
Serangan di beberapa tempat di Mumbai itu menyebabkan 174 orang tewas, termasuk diantaranya sembilan pria bersenjata. Serangan itu juga menyebabkan hubungan antara India dan Pakistan memburuk.
Menteri Dalam Negeri India mengatakan vonis ini sebagai pesan kepada Pakistan agar tidak "mengekspor terorisme ke India."
Keamanan ketat

India memang menuding kelompok militan yang bermarkas di Pakistan, Lashkar-e-Taiba, berada di belakang serangan tersebut.
Setelah sempat membantah, Pakistan kemudian mengakui bahwa sebagian serangan itu direncanakan di wilayah mereka dan Qasab merupakan warga negara Pakistan.
Dua warga India, Fahim Ansari dan Sabahuddin Ahmed, yang dituduh membantu perencanaan serangan dinyatakan tidak bersalah.
Hakim akan mulai mendengar argumentasi tentang hukuman yang akan dijatuhkan padanya Selasa (4/05). Jaksa menuntut hukuman mati atas Qasab.
Pengadilan Qasab yang berlangsung selama 271 hari digelar dengan keamanan ketat di dalam sebuah ruang sidang yang dibangun khusus di penjara tempat Qasab ditahan.
Qasab awalnya membantah dakwaan yang dihadapinya, namun Juli tahun lalu dia mengakui perannya dan meminta agar dijatuhi hukuman gantung.
Belakangan dia mencabut pengakuan dengan mengatakan dia disiksa polisi dan proses persidangan kemudian dilanjutkan.
Akhir tahun lalu, Pakistan mendakwa tujuh orang sehubungan dengan serangan itu, termasuk orang yang diduga sebagai dalangnya, Zaki-ur-Rehman Lakhvi, yang diduga merupakan pemimpin Lashkar-e-Taiba.









