Berpidato 'anti-Maroko', Geert Wilders dituntut

Sumber gambar, AFP
Politikus sayap kanan Belanda, Geert Wilders, dituntut secara hukum atas tuduhan menghasut kebencian rasial terhadap warga Maroko, kata pihak berwenang Belanda mengatakan.
Tuntutan ini berawal dari insiden ketika Wilders memimpin nyanyian anti-Maroko dalam pidatonya di bulan Maret lalu.
Jaksa penuntut umum Belanda kemudian menerima lebih dari 6.400 pengaduan terkait tindakan Wilders tersebut.
Wilders, yang memimpin Partai untuk Kebebasan (PVV), telah sering menyatakan <link type="page"><caption> kebenciannya kepada Islam dan kaum imigran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/10/101004_wilderstrial" platform="highweb"/></link>.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wilders menyebutnya sebagai "parodi".
"Jaksa penuntut umum akan lebih baik menggunakan waktunya untuk menuntut kaum jihadis dan bukan saya," katanya.
'Sampah'
Wilders melontarkan pernyataan yang berujung pada tuntutan pada dirinya selama pertemuan politik di Den Haag.
Di sebuah kafe, dia bertanya kepada pendukungnya, apakah mereka menginginkan Belanda hanya memiliki segelintir warga Maroko, sebagian menanggapi dengan meneriakkan "sedikit! Sedikit! Sedikit!"

Sumber gambar, BBC World Service
Politisi sayap kanan itu kemudian menjawab, "Saya akan mengupayakannya demi Anda."
Selama wawancara dengan televisi, dia kemudian menyebut "warga Maroko sebagai sampah", kata kantor berita Reuters melaporkan.
Partai untuk Kebebasan (PVV) saat ini berada <link type="page"><caption> di puncak dalam jajak pendapat </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/06/110623_wildersfree" platform="highweb"/></link>di Belanda.









