Ingin bebaskan sandera ISIS, malah dibui

Moazzam Begg sempat ditahan di Baghram dan Penjara Guantanamo, Kuba.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Moazzam Begg sempat ditahan di Baghram dan Penjara Guantanamo, Kuba.

Mantan tahanan Guantanamo, Moazzam Begg, menawarkan bantuan kepada pemerintah Inggris untuk membebaskan Alan Henning dari sekapan kelompok Negara Islam atau ISIS. Namun, tawaran itu ditolak.

Begg mengaku dihubungi kerabat dan sahabat Alan Henning, supir taksi asal Inggris yang diculik saat menyalurkan bantuan di Suriah pada akhir 2013 lalu.

Mereka, kata Begg, meminta bantuan untuk membebaskan Henning.

“Saya lalu campur tangan dengan menghubungi sejumlah kelompok yang bisa menekan mereka (para penyekap Henning) untuk melepaskan para individu tersebut. Masalahnya, pemerintah, dalam upayanya untuk mengkriminalisasi saya, menolak untuk menindaklanjuti apa yang saya coba lakukan,” kata Begg kepada BBC.

Dalam usaha untuk menghubungi pemerintah, Begg bertemu dengan mantan Menteri Luar Negeri Alistair Burt.

Beberapa pekan kemudian, Begg justru ditahan dan dikirim ke Penjara Belmarsh, sebelah tenggara London, atas tuduhan terlibat dalam pelatihan teroris di Suriah antara 9 Oktober 2012 hingga 9 April 2013.

Dia juga dituding terlibat dalam upaya pendanaan kelompok teroris di Suriah. Namun, klaim Begg, intelijen Inggris mengetahui pergerakannya selama di Suriah.

Bebas

Melalui pengacaranya, Begg mencoba bertemu lagi dengan Kementerian Luar Negeri Inggris. Begg ingin membuat pesan video dan menyampaikannya dalam bahasa, istilah, dan konteks yang dimengerti pihak ISIS.

Begg mengklaim pemerintah Inggris tidak merespons selama tiga pekan.

Ketika perwakilan pemerintah akhirnya berkunjung ke penjara, kata Begg, mereka ingin dia menyampaikan pesan melalui perantara yang mereka pilih.

Begg dibebaskan dari penjara pekan lalu setelah tujuh dakwaan yang berkaitan dengan terorisme kepadanya digugurkan.

Begg telah ditahan di Pakistan pada 2002 dan dibawa ke fasilitas tahanan di Bagram, Afghanistan. Di sana, dia menghabiskan setahun untuk kemudian dipindahkan ke Penjara Guantanamo, Kuba.