Mualaf sandera ISIS, "takut setengah mati"

Abdul Rahman Kassig: "Yang lebih berat, apakah saya masih bisa berharap."
Keterangan gambar, Abdul Rahman Kassig: "Yang lebih berat, apakah saya masih bisa berharap."

Dalam surat yang ditulisnya sesudah diculik ISIS, sandera AS Petter Kasssig yang baru masuk Islam mengatakan kepada orang tuanya, ia "takut setengah mati."

Di ujung video pemenggalan sandera Inggris <link type="page"><caption> Alan Henning</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141003_hening_dipenggal_isis" platform="highweb"/></link> akhir pekan lalu, ISIS mengancam untuk memenggal Peter Kassig yang sesudah masuk Islam mengubah namanya menjadi Abdul-Rahman Kassig,

Abdul Rahman di video ISIS yang mengancam untuk memenggalnya.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Abdul Rahman di video ISIS yang mengancam untuk memenggalnya.

Sesudah menyampaikan <link type="page"><caption> permohonan pembebasan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141005_isisi_peterkassig_sandera" platform="highweb"/></link> Abdul-Rahman, Ibu dan ayahnya, Paula dan Ed Kassig memutuskan untuk mengungkapkan isi sang anak yang malang, "agar dunia bisa memahami mengapa kami dan begitu banyak orang lain menyayangi dan mengagumi (Abdul-Rahman)."

Abdul-Rahman Kassig menulis dalam surat itu antara lain, "Saya jelas sekali ketakutan setengah mati, tapi yang yang lebih berat lagi adalah tidak tahu, bertanya, berharap, dan bertanya-tanya apakah saya masih bisa berharap."

Perjalanan panjang menuju Islam

"Saya sedih atas kejadian ini, dan atas penderitaan yang kalian alami karenanya."

"Kalau saya akhirnya mati, saya bayangkan bahwa setidaknya kalian dan saya bisa menghibur diri dengan mengetahui bahwa saya menemui ajal sebagai buah dari ihtiar saya untuk meringankan penderitaan orang lain dan membantu mereka yang membutuhkan."

"Sebagai orang beriman, saya berdoa setiap hari dan pasrah."

Surat yang diterima orang tuanya tanggal 2 Juni 2014 itu diakhiri dengan kalimat, "I love you," --saya mencintai kalian.

Orang tua Kassig mengatakan, Abdul-Rahman sedang bekerja untuk organisasi bantuan kemanusiaan yang didirikannya, Tanggap Darurat dan Bantuan Khusus (Special Emergency Response and Assistance SERA), ketika ia disergap ISIS dalam perjalanan ke Deir Ezzor di Suriah timur tahun lalu.

Menurut Ed dan Paula Kassig, "perjalanan menuju Islam" anak mereka sudah dimulai jauh sebelumnya, namun tampaknya Abdul-Rahman baru benar-benar masuk Islam dengan kesadaran sendiri saat berada satu sel dengan seorang Muslim yang taat.

Abdul-Rahman dalam misi kemanusiaan di Lembah Bekaa, Libanon, Mei 2013.
Keterangan gambar, Abdul-Rahman dalam misi kemanusiaan di Lembah Bekaa, Libanon, Mei 2013.