Inggris dan AS kecam ISIS

Sumber gambar, bbc
Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam pembunuhan warga Inggris, Alan Henning, oleh kelompok milisi Negara Islam atau ISIS.
Cameron mengatakan Inggris akan melakukan segenap upaya untuk memburu para pembunuh.
“Alan pergi ke Suriah untuk membantu menyalurkan bantuan kepada orang-orang dari semua agama di saat mereka benar-benar memerlukan. Fakta bahwa dia dijadikan tawanan ketika dia mencoba membantu sesama dan kini dibunuh menunjukkan tiada batas keberingasan dari teroris-teroris ISIS,” kata Cameron.
Henning, yang sejatinya berprofesi sebagai pengemudi taksi dari Kota Salford, tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah tatkala ia diculik dan disandera ISIS, Desember tahun lalu.
Dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, ISIS telah memenggal dua wartawan Amerika, James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja kemanusiaan Inggris David Haines.
Atas kejadian pembunuhan terbaru itu, Presiden AS Barack Obama mengecam ISIS.
“Bersama Inggris yang merupakan sekutu dan sahabat kami, kami akan berupaya membawa pelaku pembunuhan Alan, begitu pula pembunuh <link type="page"><caption> Jim Foley</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140820_james_foley_isis" platform="highweb"/></link>, <link type="page"><caption> Steven Sotloff</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140902_jurnalis_as_dibunuh" platform="highweb"/></link>, dan <link type="page"><caption> David Haines</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140915_isis_alan_henning" platform="highweb"/></link>, ke pengadian. Kami akan melanjutkan mengambil langkah tegas untuk merusak dan ujungnya menghancurkan ISIS,” kata Obama.
Video yang diluncurkan Jumat malam itu belum terverifikasi, namun menunjukkan <link type="page"><caption> Henning yang dipaksa berlutut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141003_hening_dipenggal_isis" platform="highweb"/></link> di pinggir militan berbaju hitam, dengan latar gurun pasir.
Klip video itu berakhir dengan ancaman seorang anggota ISIS kepada seorang sandera lain yang diidentifikasi sebagai Peter Kassig.









