ISIS bunuh lagi sandera Inggris

Lilin solidaridas dan tanda duka di depan rumah Allan Henning di Inggris

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Lilin solidaridas dan tanda duka di depan rumah Allan Henning di Inggris

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Suriah dan Irak, ISIS, menyebarkan sebuah video yang menggambarkan pemenggalan sandera Inggris, Alan Henning.

Pengemudi taksi dari kota Salford itu tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah tatkala ia diculik dan disandera ISIS, Desember tahun lalu.

I<link type="page"><caption> SIS mengancam membunuh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140915_isis_alan_henning" platform="highweb"/></link> Alan Henning, 47 tahun, saat menanyangkan pemunuhan sandera Inggris lain, David Haines bulan lalu.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, pembunuhan bapak dua anak itu memperlihatkan betapa "biadab dan memuakkannya" ISIS.

Isteri mendiang, <link type="page"><caption> Barbara, pekan ini menyampaikan permintaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140924_sandera_isis" platform="highweb"/></link> kepada ISIS untuk melepaskan suaminya.

Dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, ISIS telah memenggal dua wartawan Amerika, James Foley dan Steven Sotloff, serta pekerja kemanusiaan Inggris David Haines.

Logat Inggris

Allan Henning dalam video ISIS

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Allan Henning dalam video ISIS

Video yang diluncurkan Jumat malam itu belum terverifikasi, namun menunjukkan Henning yang dipaksa berlutut di pinggir militan berbaju hitam, dengan latar gurun pasir.

Klip video itu berakhir dengan ancaman seorang anggota ISIS kepada seorang sandera lain yang diidentifikasi sebagai Peter Kassig.

Video itu serupa dengan video sebelumnya yang ditayangkan ISIS, kendati kali ini sedikit lebih pendek durasinya.

Sebagaimana sebelumnya, di video itu anggota ISIS yang tampil, berbicara dengan logat Inggris.

Wartawan BBC, Gordon Corera menyebut, dalam video itu anggota ISIS berbicara dengan mengacu pada persetujuan parlemen Inggris untuk melancarkan serngan udara terhadap ISIS di Irak.