Putra diculik ISIS, orangtua sedih

Sumber gambar, AP
Orangtua Peter Kassig, sandera asal Amerika Serikat yang diancam akan dibunuh oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, menyerukan pembebasannya.
Ed dan Paula Kassig mengatakan mereka bangga terhadap Peter dan pekerjaannya.
Dalam sebuah pernyataan video, keluarga Kassig mengatakan mereka tidak memiliki kontrol terhadap kebijakan pemerintah AS seperti halnya kelompok ekstremis tersebut tidak memiliki kontrol terhadap terbitnya matahari.
Lebih lanjut, keluarga Kassig mengatakan putra mereka adalah seorang mualaf, yang dikenal sebagai Abdul Rahman.
Peter Kassig, 26 tahun, adalah seorang pekerja kemanusiaan yang diculik di Suriah.
Dia pernah bekerja di Libanon, Turki dan Suriah untuk membantuk korban konflik Suriah.
Dalam sebuah wawancara sebelum penculikannya, Peter Kassig menggambarkan dirinya sebagai seorang idealis yang menemukan makna dan tujuan dalam bekerja sebagai pekerja kemanusiaan di tengah-tengah kompleksitas konflik Timur Tengah.
Peter Kassig ditampilkan pada akhir video yang menunjukkan <link type="page"><caption> kematian Alan Henning</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141003_hening_dipenggal_isis" platform="highweb"/></link>.
Seorang pria bertopeng mengatakan Peter Kassig akan menjadi korban berikutnya.









