Serangan belati di Guangzhou, enam terluka

Setidaknya enam orang mengalami luka-luka akibat serangan sekelompok bersenjata belati di sebuah stasiun kereta api di Guangzhou, demikian keterangan pejabat Cina.
Biro keamanan umum kota itu menyebutkan, polisi telah menembak salah seorang penyerang.
Tidak ada informasi lebih lanjut tentang motivasi serangan tersebut, tetapi insiden ini terjadi sepekan setelah <link type="page"><caption> serangan di stasiun kereta api di Urumqi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140430_cina_stasiun.shtml" platform="highweb"/></link>, di wilayah barat Xinjiang.
Adapun kekerasan di Urumqi terjadi tidak lama setelah serangan bersenjata tajam di stasiun Kunming pada Maret lalu yang menewaskan 29 orang.
Otoritas berwenang Cina telah menuduh <link type="page"><caption> kelompok separatis minoritas Muslim Uighur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140503_cina_ledakan.shtml" platform="highweb"/></link>, yang tinggal di Xinjiang, bertanggungjawab atas dua serangan tersebut.
Sebuah foto yang dimuat Harian Rakyat memperlihatkan warga yang memadati stasiun Guangzhou tengah dievakuasi ke mobil ambulans.
Enam orang terluka
Dalam sebuah pernyataan di situs resmi otoritas keamanan setempat, kepolisian mengatakan mereka tiba di stasiun pada pukul 11.30 waktu setempat pada Selasa (06/05).

Sumber gambar, AP
Aparat kepolisian kemudian menembak seorang tersangka pria bersenjatakan pisau, yang disebutkan tidak mengindahkan peringatan sebelumnya.
Akibat serangan bersenjata itu, enam orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut, kata keterangan resmi pemerintah.
Sejauh ini penyelidikan sedang dilakukan di lokasi kejadian.









