Obama: Aksi Rusia di Krimea sebagai 'kelemahan'

Presiden Barack Obama

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Presiden Barack Obama memperingatkan kemungkinan sanksi baru atas Rusia.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan tindakan Rusia di Krimea 'bukan sebagai kekuatan namun kelemahan'.

Dia juga memperingatkan sanksi baru jika <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> mengganggu lebih lanjut kedaulatan Ukraina.

Dalam pertemuan puncak G7 di Den Haag, Belanda, Obama mengatakan <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> dan Eropa menyiapkan langkah-langkah yang bisa mempengaruhi semua sektor perekonomian Rusia walau akan berdampak juga pada mereka.

<link type="page"><caption> Amerika Serikat dan Eropa sudah menjatuhkan sanksi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140321_krimea_eu.shtml" platform="highweb"/></link> kepada beberapa individu di Rusia setelah aneksasi atas Krimea awal bulan ini.

Obama menambahkan aneksasi bukan 'kesepakatan yang tercapai' karena masyarakat internasional tidak mengakuinya namun menyadari kenyataan di lapangan bahwa <link type="page"><caption> militer Rusia mengendalikan Krimea,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140323_krimea_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> yang merupakan bagian dari Ukraina.

"Terserah kepada Rusia untuk bertindak secaran bertanggung jawab dan kembali memperlihatkan keinginan untuk mematuhi norma internasional dan jika gagal maka akan ada bayarannya," tegas Obama.

Dia juga mengungkapkan harapan agar IMF dengan cepat menuntaskan paket bantuan untuk Ukraina, agar negara itu sukses menggelar pemilihan umum pada bulan Mei.