Bayar panen terlambat, petani Thailand serbu kantor PM

petani thailand

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Petani Thailand marah karena pemerintah belum membayar tunggakan panen.

Ratusan petani beras Thailand menembus barikade di sekitar kantor sementara perdana menteri karena pembayaran panen terlambat.

Para petani marah karena pembayaran untuk panen beras tahun lalu tertunda.

Pemerintah Thailand sepakat untuk membayar beras di atas harga pasar, guna membantu dalam konsolidasi dukungan rakyat kepada pemerintah di daerah pedesaan di timur laut.

Selain petani, ribuan pengunjuk rasa lain juga mengepung gedung pemerintah lain Senin (17/02) di tengah langkah polisi berupaya membubarkan demonstran.

Pemerintah Thailand telah melakukan sejumlah pertemuan dengan komisi pemilihan guna menyelesaikan masalah menyangkut <link type="page"><caption> pemilihan umum yang terganggu unjuk rasa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140212_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link>.

Kemarahan para petani ini dipicu oleh terlambatnya pembayaran miliaran dolar panen yang dijanjikan pemerintah dalam skema subsidi beras.

Untuk meredakan kemarahan petani, Menteri Keuangan Kittirat Na-Ranong mengatakan pemerintah telah memiliki dana untuk membayar tunggakan kepada petani itu.

Namun ia mengatakan diperlukan waktu antara enam sampai delapan minggu untuk mendapatkan dana sebesar US$3,5 miliar.

Pemerintah berupaya untuk merebut kembali beberapa gedung pemerintah yang dikuasai demonstran antipemerintah.

Para demonstran berupaya menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Yingluck sendiri tidak dapat menempati kantornya selama sekitar dua bulan terakhir karena gangguan pengunjuk rasa dan melakukan pertemuan di berbagai lokasi di Bangkok.