Pemilu susulan di Thailand 'memakan waktu'

Protes di Bangkok

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa berpindah tempat dari utara ibukota Bangkok ke pusat kota.

Para pejabat pemilihan umum di Thailand memperingatkan bahwa pemungutan suara susulan di daerah-daerah yang mengalami gangguan akibat unjuk rasa antipemerintah akan memerlukan waktu berminggu-minggu.

Seharusnya seluruh pemungutan suara berakhir Minggu kemarin (02/02) tetapi banyak tempat pemungutan suara urung melaksanakan pemungutan suara karena gangguan dari pengunjuk rasa yang menentang pemungutan suara dalam pemilihan umum dini.

Mereka menuntut reformasi politik sebelum pemilu digelar. Kemarin mereka <link type="page"><caption> memblokade berbagai tempat pemungutan suara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140202_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> sehingga jutaan pemilih gagal menyalurkan suara.

Jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya lebih rendah dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.

Pemerintah Thailand, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Bangkok Jonathan Head, menginginkan pemungutan susulan diadakan secepat mungkin.

"Parlemen tidak dapat dibentuk sebelum 95% kursi parlemen terisi," jelas Head.

Partai oposisi utama, yang memboikot pemilu, memperkirakan hasil pemilihan umum kali ini akan dibatalkan oleh pengadilan.

Namun Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengatakan kepada BBC bahwa dengan menyalurkan suara maka rakyat menunjukkan ingin melanjutkan proses demokrasi.

Sementara itu aksi protes terus berlanjut di Bangkok guna menuntut pengunduran diri perdana menteri.